Find and Follow Us

Sabtu, 25 Januari 2020 | 06:39 WIB

Hadapi Gugatan Churcill Mining

Pemerintah dan Bupati Kutai Timur Siapkan Arbiter

Oleh : Renny Sundayani | Selasa, 25 September 2012 | 21:14 WIB
Pemerintah dan Bupati Kutai Timur Siapkan Arbiter
ilustrasi
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia dan Bupati Kutai Timur telah menunjuk pengacara untuk meladeni gugatan sebesar US$2 miliar yang dilayangkan perusahaan tambang asal Inggris, Churchill Mining Plc atas pencabutan Izin Usaha Pertambangan (IUP) terhadap Indonesia dan Bupati Kutai Timur melalui Arbitrase Internasional ICSID Washington.

"Leading sektornya dari Kemenkumham, arbiternya sudah ditunjuk, tapi saya tidak bersedia sebutkan namanya," kata Bupati Kutai Timur Isran Noor melalui rilisnya Selasa (25/9/2012)

Noor menjelaskan, penggugat yakni Churchill juga telah menunjuk arbiternya. Diharapkan ICSD menyutujui arbiter yang telah ditunjuk masing-masing pihak. Isran juga mengaku optimis akan memenangkan gugatan tersebut, "Semua bukti sudah siap, dokumen sudah lengkap, kita optimis menang. Mudah-mudahan dua bulan selesai lah sidangnya," katanya.

Pihaknya kini tengah menunggu penetapan dari pihak Arbitrase Internasional ICSD Washington kapan sidang gugatan tersebut akan dimulai. "Sidang pertama di Washington, kedua nanti masing-masing pihak yang menentukan," kata dia.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) mengaku telah mendapatkan Surat Kuasa Khusus (SSK) dari pemerintah untuk menjadi jaksa pengacara negara dalam menghadapi gugatan perusahaan pertambangan, Churchill Mining Plc. Kejagung sendiri masih menunggu koordinasi dengan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham).

Perusahaan tambang berasal dari Inggris itu menggugat pemerintah Indonesia sebesar dua miliar dolar AS karena tidak puas terhadap pencabutan izin pertambangan batu bara di Kutai Timur, Kalimantan Timur. [mvi]

Komentar

x