Find and Follow Us

Selasa, 12 November 2019 | 05:08 WIB

Inilah Langkah JK Sukseskan Konversi Mitan ke Gas

Oleh : Dewa Putu Sumerta | Kamis, 13 September 2012 | 23:38 WIB
Inilah Langkah JK Sukseskan Konversi Mitan ke Gas
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla - inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Nusa Dua - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla tampil sebagai pembicara kunci acara World LP Gas Forum ke-25 di Nusa Dua, Bali, Kamis (13/9/2012). JK diminta menceritakan kesuksesan Pemerintah Indonesia melakukan konversi minyak tanah (mitan) ke gas (LPG) dihadapan ribuan peserta dari 67 negara peserta.

IA menyatakan ada beberapa langkah yang ia lakukan sehingga Indonesia kini sukses konversi mitan ke gas.Langkah pertama yang dilakukan JK adalah melakukan studi terhadap keuntungan bagi masyarakat luas dengan konversi mitan ke LPG.

"Penggunaan mitan ada beberapa masalah seperti lingkungan hidup. Pada saat yang sama, kesulitan yang kita dapat adalah mitan biasanya berkaitan dengan rumah tangga miskin," ungkap Juyuf Kalla, saat menjadi pembicara dalam World LP Gas forum ke-25 di BICC Nusa Dua, Bali, Kamis (13/9/2012).

Langkah Kedua yang dilakukan JK adalah melakukan penelitian terhadap masalah sosial akibat dampak konversi tersebut. Sebab, pada tahun 2005, di mana awal rencana konversi itu dilakukan, ada sekitar 50 juta rumah tangga yang menggunakan mitan. Langkah berikutnya dipikirkan JK adalah masalah teknikalitas.

"Saya melakukan studi di rumah saya. Saya meminta pembantu rumah saya untuk membandingkan pengunaan mitan dan LGP. Baru kami lakukan penelitian di laboratorium.Hasilnya antara mitan dan elpiji menghasilkan 0,4 kilo kalori yang sama untuk satu liter. Itu tergantung cara memasaknya saja," papar JK.

JK memaparkan, saat masa sulit di awal konversimitan disubsidi pemerintah sehingga harganya begitu murah. Konversi menemukan momentum ketika harga minyak dunia melonjak tajam. "Mereka yang menggunakan LPG kelas atas. Komposisinya 10 persen pengguna LPG, 90 persen mitan. Semua berubah ketika harga minyak meningkat. Dalam pemikiran pemerintah kala itu, kita tak akan menaikkan harga dan menyubsidi mereka," ," imbuh mantan Ketua Umum Partai Golkar itu.

Menurut JK, solusi yang diambil pemerintah kala itu adalah memperbaiki harga energi dan menaikkan (mencabut subsidi) harga mitan. "Awal tahun 2006 kami berpikir, ini subsidi sangat tinggi. Hal apa yang memberatkan yaitu mitan. 60 persen subsidi kita adalah untuk mitan dan kita tak bisa meningkatkan lebih tingi lagi. Kita akan mengubah mitan. Yang kami maksud adalah cara memasak 50 juta orang," jelas JK yang kini menjadi Ketua PMI .

JK sempat berpikir bagaimana cara mengkonversinya. "Akhirnya kami membuat keputusan sebaiknya kita tidak mengubah secara total penggunaan uang oleh masyarakat. Kita pelajari bagaimana cara masyarakat menghabiskan uangnya. Rata-rata mereka membeli 5 sampai 7 kali minyak tanah dalam satu minggu," tuturnya.

Hal lain yang dipikirkan JK adalah berapa lama konversi itu bisa dilakukan. "Kami melakukan sudi dan memutuskan, membuat tabungnya sesuai dengan untuk 7 liter mitan. Itu sama dengan 3 kilo LPG. Ini sama dengan pembelian mitan selama satu minggu. Ini sama dengan penggunaan satu mingu tapi harganya lebih murah dan sama dengan satu kompor. Dan kemudian kami mengalkulasi 55 juta orang. Kita harus membuat seratus juta tabung dan kompor. Dan ini harus dibuat. Kita katakan kepada sekor swasta kita akan beli semuanya," jelas JK.

Setelah semua tahapan itu dilalui, JK memikirkan bagaimana cara mengubah cara pandang masyarakat. "Saya katakan kepada masyarakat bahwa ini gratis. Saya ditanya oleh DPR kenapa harus gratis. Saya katakan kepada mereka kenapa harus membayar. Harga pasar adalah 80 sen. Artinya kami menyubsidi 80 sen untuk setiap liter mitan. Kalau 30 liter perbulan, artinya 60x40 = 2 Dolar AS sebulan yang kami subsidi," ungkapnya.[jat]

Komentar

Embed Widget
x