Find and Follow Us

Selasa, 19 November 2019 | 14:51 WIB

Mantan Bupati Banyuwangi Dijebloskan Medaeng

Kamis, 13 September 2012 | 01:39 WIB
Mantan Bupati Banyuwangi Dijebloskan Medaeng
beritajatim.com
facebook twitter

INILAH.COM, Surabaya - Tersangka kasus korupsi pengadaan lahan lapangan terbang (lapter) Banyuwangi Rp 19,7 miliar, mantan Bupati Banyuwangi Ratna Ani Lestari tiba di gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, Jl Ahmad Yani Surabaya, Rabu (12/9/2012) petang.

Kedatangan Bupati Banyuwangi periode 2005-2010 itu dalam rangka penyerahan tahap II. Penyerahan tersangka dan barang bukti dari Kejagung RI diserahkan ke Kejati Jatim dan dilanjutkan ke Kejari Banyuwangi.

Sayangnya, saat tiba di kantor Kejati Jatim, Ratna memasang aksi bungkam dan tidak mau menjawab berondongan pertanyaan dari wartawan. Dia hanya melempar senyum saja.

Koordinator III Jampidsus Kejaksaan Agung M Anwar kepada wartawan mengatakan, penyerahan Ratna Ani Lestari merupakan tahap II.

Dalam kasus pengadaan lahan lapangan terbang di Banyuwangi, sebanyak 10 orang yang terjerat kasus diperkirakan membuat kerugian negara total sekitar Rp 41 miliar.

Dari 10 orang ini, 9 orang di antaranya termasuk mantan Bupati Banyuwangi Samsul Hadi (bupati sebelum Ratna), sudah terpidana dan mendekam di penjara lebih dulu.

"Tinggal 1 ini, mantan Bupati Banyuwangi Ratna ini. Pada era-Bupati Samsul Hadi, yang diterjerat kasus 5 orang. Dan pada era Ratna, yang kerugian negaranya sekitar Rp 19,7 miliar, juga 5 orang," katanya.

Sekadar diketahui, mantan Bupati Banyuwangi Ratna sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka kasus pengadaan lahan lapangan terbang di Banyuwangi sejak 2008 lalu. Namun, dia ditangkap petugas Kejagung mulai 2 Juli 2012, dan sempat mendekam di Rutan Pondok Bambu.

Karena kasunya sudah memasuki pelimpahan tahap II, Ratna dijebloskan ke Rutan Medaeng, untuk mempermudah persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Surabaya.

"Perbuatan ini kan dilakukan di Banyuwangi. Persidangan Tipikor untuk wilayah Jatim kan ada di Surabaya. Jadi untuk mempermudah dihadirkan di persidangan di Surabaya. Kasus tersebut juga akan ditangani oleh jaksa dari Kejari Banyuwangi," imbuh Kajati Jatim Arminysah.[beritajatim.com]

Komentar

x