Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 April 2018 | 13:26 WIB
 

Terjerat Korupsi, Demokrat Tinggalkan Hartati

Oleh : Firman Qusnul Yakin | Rabu, 12 September 2012 | 23:09 WIB
Terjerat Korupsi, Demokrat Tinggalkan Hartati
Siti Hartati Murdaya - inilah.com/Agus Priatna

INILAH.COM, Jakarta - Mantan Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Siti Hartati Murdaya yang menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus penyuapan bupati Buol.

Namun, dalam pemeriksaan hari ini, Hartati sama sekali tidak ditemani petinggi Partai Demokrat, padahal Hartati adalah Mantan Dewan Pembina Partai.

Menanggapi hal tersebut, timbul anggapan bahwa pasca mundurnya Hartati dari kursi dewan pembina, sekaligus menghilangkan tali solidaritas antar para kader partai asuhan Susilo Bambang Yudhoyono.

"Pasti partai tidak akan mau dibawa-bawa masalah ini. Partai akan berusaha menarik jarak bahwa ini permasalahn Hartati Murdaya sendiri saja," kata pengamat politik Bonny Hargens saat dihubungi wartawan, Rabu. (12/9/12).

Bonny beranggapan, partai Demokrat mau menerima keberadaan pemilik PT Hardaya Inti Plantation tersebut hanya karena materi semata. Bahkan, kemungkinan, Hartati tidak akan bisa diterima Demokrat.

"Hartati bisa diterima hanya karena uangnya saja. Bukan karena memang dia diterima oleh partai. Dia suatu kartel yang kuat di Indonesia. Itu yang menjadi alasan Demokrat mau menerima dia," tegasnya.

Bonny bahkan menegaskan, dengan peristiwa yang ada saat ini menandakan bahwa Presiden SBY selaku Ketua Dewan Pembina telah membuangnya dari Demokrat. "Siapapun yang bermasalah, dengan sendirinya akan dibuang dan tidak dianggap oleh SBY," pungkasnya.

Fakta tersebut juga diperkuat lagi dengan pembelaan hukum yang diterima Hartati Murdaya. Dari penasihat hukum seperti Patra M Zen dan Denny Kailimang yang hadir mendampingi pemeriksaan Hartati menegaskan, bahwa pihaknya bukanlah utusan langsung dari Partai Demokrat untuk membantu Hartati. "Saya pengacara pribadinya," ujar Patra saat berbincang di KPK.[jat]

Komentar

 
Embed Widget

x