Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 Maret 2019 | 00:28 WIB

Tito Kapolda, Papua Tak Darurat Militer

Oleh : Sumitro | Sabtu, 8 September 2012 | 00:05 WIB

Berita Terkait

Tito Kapolda, Papua Tak Darurat Militer
Irjen Pol Tito Karnavian - ist

INILAH.COM, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto menegaskan bahwa penempatan mantan Kepala Densus 88 Antiteror, Irjen Pol Tito Karnavian, sebagai Kapolda Papua tidak lantas membuat pengamanan di Papua menjadi darurat militer.

Usai mengikuti rapat kerja mengenai pelaksanaan Raimuna Nasional X Tahun 2012 di Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Kemenkokesra), Jumat (7/9/2012), Djoko mengingatkan adanya perbedaan antara polisi dengan militer.

Karena sebelumnya diangkat menjadi Kapolda Papua, Tito menjabat sebagai Deputi Penindakan dan Peningkatan Kemampuan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT).

"Dia itu Kepala Bidang Penindakan BNPT, tidak ada hubungannya dengan Densus," bantahnya.

Djoko lantas mempertanyakan pihak-pihak yang merasa keberatan dengan penempatan Tito menjadi Kapolda Papua. Salah satunya dari Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS) Haris Azhar.

Haris yang mempertanyakan penempatan mantan komandan Densus 88 Antiteror tersebut. Karena penempatan Tito menurutnya merupakan sinyal bahwa kekerasan di Papua bisa saja digunakan, sehingga kekerasan demi kekerasan di Papua akan terus berlanjut.

"Lalu kenapa. Saya tanya kenapa ? Dia dulu Densus, sekarang Kapolda. Sama kayak saya dulu pilot AU, sekarang Menkopolhukam. Kalaupun dia ditugaskan Kapolda, Kapolda mana saja kan boleh," tegas Djoko.

Diketahui sebelumnya, Koordinator KontraS Haris Azhar menyoroti penempatan Tito sebagai Kapolda Papua. Padahal menurutnya untuk menangani permasalahan yang kerap muncul di Papua yang dibutuhkan adalah pendekatan non kekerasan.

Namun yang ditempatkan di Papua justru mantan Komandan Densus 88 Antiteror Irjen Tito Karnavian. Ia berharap penempatan Tito ini tidak menimbulkan sentimen negatif antar otoritas keamanan seperti TNI dan Polri di Papua. [gus]

Komentar

x