Find and Follow Us

Rabu, 20 November 2019 | 03:07 WIB

Pilkada Serentak Perlu Dikaji Mendalam

Oleh : Agus Rahmat | Sabtu, 25 Agustus 2012 | 22:00 WIB
Pilkada Serentak Perlu Dikaji Mendalam
ilustrasi
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Usulan agar dilakukannya pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak diseluruh daerah di Indonesia, harus dikaji secara mendalam. Banyak sisi baiknya, namun masih perlu dimantapkan lagi.

Demikian yang dikatakan oleh Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Bima Arya. Menurut Bima, ada dua hal kenapa pilkada serentak berdampak positif.

"Wacana pilkada serentak dan pengunduran jadwal pilkada di beberapa daerah penting untuk dikaji serius. Positif dalam 2 hal, pertama penghematan biaya," terang Bima dalam keterangannya persnya, Sabtu (25/8/2012).

Selain itu, Bima juga mengatakan kalau pilkada yang terus dilakukan setiap tahun, menimbulkan sikap apatis masyarakat. Baginya, masyarakat terlalu sering disuguhkan dengan pemilu justru akan menimbulkan kejenuhan.

"Kedua, mengatasi kejenuhan akibat banyaknya pemilu," pintanya.

Lanjut Bima, pengkajian yang mendalam diperlukan karena belum diketahui apakah pilkada serentak ini berbasis nasional atau tidak. Sebab, akan berdampak pada stabilitas sosial politik.

"Serentak baiknya tidak digabung dengan pemilu nasional karena isu jadi tidak fokus," katanya.

Pilkada serentak juga adalah yang pertama jika memang diberlakukan. Proses transisi ini, lanjut Bima, harus ditata dengan baik. Jangan sampai timbul gejolak dan terjadi politisasi karena penunjukan PLT rawan politisasi dan persoalan netralitas.

"Dapat menimbulkan masalah dalam pemerintahan daerah terkait lamanya jabatan PLT, karena keterbatasan kewenangan PLT (PLT tidak dapat mengambil kebijakan strategis, red)," terangnya.

Terlepas dari itu semua, pilkada serentak bisa dilaksanakan pada 2013 mendatang. Menurut Bima, tidak perlu diundur namun bisa diatur serentak di bulan Juni 2013.

"Namun sertijab tetap dan tidak kurangi masa jabatan. Jadi tetap sebagai prakondisi pilkada serentak dengan basis provinsi," terangnya. [gus]

Komentar

x