Find and Follow Us

Kamis, 14 November 2019 | 18:36 WIB

Berebut Djoko Susilo, ke Mana Arah Simulator SIM?

Oleh : R Ferdian Andi R | Jumat, 24 Agustus 2012 | 19:20 WIB
Berebut Djoko Susilo, ke Mana Arah Simulator SIM?
inilah.com/Agus Priatna
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akhirnya benar-benar berhadap-hadapan dalam penanganan kasus simulator SIM. Berebut kesaksian Djoko Susilo tak bisa dihindari bagi dua institusi itu. Kemana ujung kasus simulator SIM?

Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Jumat (24/8/2012) akhirnya memeriksa bekas Direktur Korps Lalu Lintas (Korlantas) Djoko Susilo (DS) terkait dugaan korupsi. Pemanggilan ini untuk mengkonfirmasi aliran dana yang dituduhkan ke Djoko Susilo.

"Ya informasi-informasi yang katanya dia menerima suap, apa benar itu? Dan keterangan lainnya yang Pak DS tahu tentang kasus pengadaan barang dan jasa simulator inilah," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Anang Iskandar di Jakarta, Jumat (24/8/2012).

Sebelumnya KPK telah menetapkan beberapa tersangka dalam kasus simulator SIM ini. Mereka adalah Irjen (Polisi) Djoko Susilo (mantan Kepala Korlantas), Didik Purnomo (Wakil Kepala Korlantas), Budi Susanto (Direktur Utama PT Citra Mandiri Metalindo Abadi), dan Sukotjo S Bambang (Direktur PT Inovasi Teknologi Indonesia).

Sementara Polri juga telah menetapkan lima tersangka dalam kasus serupa. Namun, nama Djoko Susilo tidak ditetapkan sebagai tersangka. Kelima tersangka tersebut Wakil Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Didik Purnomo, Ketua Pengadaan Simulator SIM yakni AKBP Teddy Rusmawan, dan Bendahara Korlantas Polri seorang Kompol berinisial LGM. Tersangka lainnya Direktur Utama PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (PT CMMA) Budi Susanto dan Direktur Utama PT Inovasi Teknologi Indonesia (PT ITI) Sukoco S Bambang.

Wakil Ketua KPK Zulkarnain tidak mempersoalkan Djoko Susilo terlebih dahulu diperiksa oleh Polri ketimbang KPK. "Tidak perlu izin. Ya kan ga bertabrakan jadwal pemeriksaannya," kilah Zulkarnain di Jakarta, Jumat (24/8/2012).

Polemik sempat muncul antara KPK dan Polri terkait kasus simulator ini. Masing-masing pihak bersikukuh paling tepat memeriksa kasus simulator SIM ini. Meski belakangan, perang urat syaraf antar dua institusi itu telah mengendur.

Djoko Susilo sendiri berjanji akan kooperatif bila diperiksa KPK. Hal tersebut disampaikan di sela-sela pemeriksaan dirinya di Bareskrim Polri. "Saya akan kooperatif terhadap KPK," kata Djoko.

Anggota Komisi Hukum DPR Ahmad Yani mengatakan pemeriksaan Djoko Susilo oleh Polri memiliki relevansi dalam penanganan kasus simulator. "Karena yang bersangkutan pemegang kuasa anggaran. Bila perlu polisi tetapkan sebagai tersangka," jelas Yani.

Menurut politikus PPP ini, jika pada akhirnya Djoko Susilo ditetapkan sebagai tersangka oleh Polri, perlu diatur siapa yang menangani kasus tersebut. "Kalau menurut saya, Polri yang menangani kasus simulator ini. KPK menjalankan fungsinya sebagai koordinasi dan supervisi," terang Yani seraya menyebutkan dalam membaca UU KPK harus komprehensif dan tidak sepotong-potong.

Jika dalam perjalanan pemeriksaan di Polri terdapat masalah, Yani menyebutkan, KPK bisa mengambilalih sepenuhnya perkara tersebut. [mdr]

Komentar

x