Find and Follow Us

Sabtu, 7 Desember 2019 | 21:12 WIB

Pembatasan BBM

Konsumen Mengeluh Kesulitan Peroleh Solar

Oleh : Dewa Putu Sumerta | Senin, 30 Juli 2012 | 01:00 WIB
Konsumen Mengeluh Kesulitan Peroleh Solar
Inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Denpasar - Bahan bakar minyak (M) jenis solar belakangan ini mulai sulit diperoleh di beberapa wilayah di Denpasar, Bali. Seperti yang terlihat di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di sepanjang Jalan By Pass Ida Bagus Mantra, Denpasar. Sulitnya mencari BBM jenis solar juga diakui oleh dua orang pengawas pada SPBU di Denpasar.

Menurut dua pengawas SPBU yang membenarkan sulitnya mendapatkan bahan bakar jenis solar akhir-akhir ini terkait dengan penjatahan solar 8 ton per hari untuk masing-masing SPBU.

"Kalau sebelumnya, berapapun kami order, pasti akan dibawakan. Sebenarnya saya tak tahu pasti apa alasannya penjatahan 8 ton per hari ini. Katanya sih, dalam rangka pemerataan," ungkap pengawas SPBU 54-805.17, Agung Dirgantara, Minggu (29/7/2012).

Agung mengaku dari 10 hingga 30 ton kebutuhan ideal setiap SPBU perhari namun sayang dari pihak Pertamina hanya memberi jatah hanya 8 ton solar saja per hari. "Sekarang ini sih lancar-lancar saja, tapi kalau banyak kendaraan yang perlu solar, setiap SPBU pasti akan kekurangan solar," imbuhnya.

Melihat kenyataan ini, Agung merasa kecewa dengan kebijakan penjatahan solar ini. Pasalnya, walau dirasa kebijakan telah lama ditetapkan, hingga kini dirinya belum mendapat informasi yang pasti secara tertulis. Bagi Agung, penjatahan solar ini mengakibatkan sering terjadi kekosongan solar. Agung menyatakan rata-rata dalam sehari rentang waktu kekosongan solar hingga 1,5 jam.

"Saya baru tahu baru pada 23 Juli lalu. Soalnya beberapa kali solarnya ngadat. Nah saat itu operatornya, yaitu bapak Supena, menginformasikan ngadatnya solar karena ada kebijakan pemerataan," jelasnya.

Hal senada juga juga di sampaikan pengawas SPBU 54-805.15, I Wayan Mendra. Penjatahan solar ini menurut Mendra membuat pihak SPBU dan para konsumen sering kesulitan mendapatkan solar. "Iya pak, sekarang memang ada penjatahan 8 ton per hari. Ini cukup sulit pak, soalnya jalur Ida Bagus Mantra ini kan sering kali dilalui oleh truk, jadi kebutuhan solar sebenarnya sangat besar," ujar Mendra.

Terkait hal ini, pihak Pertamina melalui Sales Area Manager Bali-NTB, Iin Febrian, ketika dikonfirmasi melalui telepon menyatakan pembatasan ini merupakan hal yang biasa dilakukan, namun tidak di lakukan pada seluruh SPBU yang ada di Bali. "Hanya beberapa saja yang dibatasi. Kita selektif melakukan hal ini. Ini merupakan bentuk pembinaan administratif kami pada setiap SPBU yang terkait dengan pembinaan sehingga solar subsidi tepat sasaran," jelas Iin.

Menurutnya, keadaan akan kembali normal jika pihak SPBU telah melakukan pembenahan administratif. Iin juga menegaskan tindakan ini tak ada hubungannya dengan stok solar. Ia mengaku stok solar saat ini mencapai sekitar 40 ribu kiloliter. "Tidak ada hubungannya dengan stok solar yang ada. Stok solar kami masih banyak kok. Ini hanya langkah pembinaan saja," tegasnya.[dit]

Komentar

x