Find and Follow Us

Jumat, 13 Desember 2019 | 10:16 WIB

Bukti Dugaan Pelanggaran Ketua Fraksi Hanura Lemah

Oleh : Agus Rahmat | Rabu, 23 Mei 2012 | 03:46 WIB
Bukti Dugaan Pelanggaran Ketua Fraksi Hanura Lemah
Ketua Fraksi Partai Hanura DPR, Sunardi Ayub - IST
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Setelah memanggil pihak pelapor terkait dugaan pelanggaran asusila oleh Ketua Fraksi Partai Hanura DPR, Sunardi Ayub, Badan Kehormatan (BK) DPR sementara mengambil kesimpulan bahwa bukti yang diajukan tidak cukup kuat.

"Yang kita minta bukti, bukan cerita. Kita tidak akan menangani. Buktinya belum cukup kuat," ujar Ketua BK, M Prakosa, di gedung DPR Jakarta, selasa (22/5/2012).

Jelas Prakosa, bahwa bukti-bukti yang diajukan oleh pelapor hanya sebatas statemen. Itu tidak bisa dijadikan bukti awal oleh BK untuk melanjutkan laporan ini.

"Tak ada bukti dokumentasi. Kita minta dilengkapi jadi bisa jadi dasar penyelidikan. Misalnya berbentuk foto, dokumentasi surat menyurat, jadi bisa jadi dasar untuk penyelidikan untuk dugaan pelanggaran etik," jelasnya.

BK belum bisa melanjutkan karena khawatir digunakan untuk kepentingan politis. "Sampai saat ini hanya omongan. Jangan sampai ini dipakai untuk masalah lain. Kalau internal partai, silahkan internal partai. Kita tidak ingin campur tangan," jelasnya.

BK memberi waktu selama 2 minggu. Jika memang tidak bisa memenuhi bukti awal yang cukup, maka BK tidak akan melanjutkan kasus ini. "Kita kasih waktu dua minggu, kalau tidak kita banyak pekerjaan lain. Banyak pengaduan lain yang harus kita kerjakan," terang politisi PDIP tersebut.

Jika memang ada bukti awal, maka pihak yang dilaporkan dalam hal ini Sunardi Ayub, akan dipanggil oleh BK. "Kalau bukti awal cukup, kita akan panggil beliau secara resmi. Sidang etik penyelidikan untuk membahas mengenai masalah etika," katanya.[jat]

Komentar

Embed Widget
x