Find and Follow Us

Selasa, 12 November 2019 | 09:57 WIB

Demokrat Bantu Evakuasi SSJ 100

Oleh : Ajat M Fajar | Kamis, 17 Mei 2012 | 01:05 WIB
Demokrat Bantu Evakuasi SSJ 100
inilah.com/Agus Priatna
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Tak mau hanya menunggu proses evakuasi pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh Gunung Salak, Bogor, Partai Demokrat menerjunkan relawannya untuk membantu sisa proses evakuasi pesawat Sukhoi Superjet 100.

"Kader demokrat yang sudah dididik kita kirimkan untuk membantu evakuasi korban. Ada satu team sebanyak 5 orang yang kita terjunkan selama satu minggu untuk membantu di sana yang kita berangkatkan dari Halim saat hari kedua. Di sana mereka malaksanakan tugas misi kemanusian untuk membantu dan bergabung dengan team evakuasi lainnya seperti membantu evakuasi dan lain-lain," ujar Ketua Divisi Tanggap Darurat DPP Partai Demokrat, Umar Arsal dalam keterangan persnya, Rabu (16/5/2012).

Menurutnya, diterjunkannya tim SAR DPP Partai Demokrat ke lokasi jatuhnya pesawat Sukhoi untuk membantu proses evakuasi agar dapat segera selesai.

"Tentunya kader kita sudah siap selalu di mana dibutuhkan. Karena tidak hanya kali ini saja kader kita terjunkan untuk membantu korban atau musibah yang terjadi, sebelumnya kita turunkan seperti tanah longsor, banjir, gempa. Untuk terjun bantu evakuasi kader kita siap ditempatkan dimana saja," imbuhnya.

Anggota Komisi V DPR ini, menilai selama ini tim SAR, Basarnas, TNI dan Polisi sudah bekerja dengan baik dalam proses evakuasi korban jatuhnya pesawat Sukhoi itu. Bahkan saat ini proses evakuasi sudah hampir mencapai 70-80 persen.

Selain itu, Umar menilai saat ini DPR tak perlu melakukan pemanggilan kepada Basarnas seperti apa yang disampaikan beberapa anggota Komisi V yang menilai proses evakuasi berjalan lamban. Sebab saat ini tim dilapangan sudah menunjukkan kerjanya dengan baik.

Namun yang menjadi poin penting dalam kinerja di lapangan adalah Basarnas harus bisa mengatur para relawan agar tim dilapangan tidak kelelahan dan bisa bekerja efektif.

"Mungkin banyak yang ingin peduli sehingga berbondong-bondong relawan berdatangan. Tapi kedepan basarnas perlu juga mengatur relawan paling tidak silih bergantian. Tentunya agar semua itu biar lebih efektif dalam menjalan tugas untuk membantu para korban," ungkapnya. [gus]

Komentar

Embed Widget
x