Find and Follow Us

Selasa, 12 November 2019 | 06:14 WIB

Tahun Depan Masyarakat Bali Nikmati Jalan Tol

Oleh : Dewa Putu Sumerta | Sabtu, 28 April 2012 | 22:02 WIB
Tahun Depan Masyarakat Bali Nikmati Jalan Tol
inilah.com/Wirasatria
facebook twitter

INILAH.COM, Denpasar - Masyarakat Bali dipastikan pada Juli tahun 2013 sudah bisa menikmati jalan tol dari Benoa-Ngurah Rai-Nusa Dua.

Hal ini di tegaskan Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol Akhmad Tito Karim saat ditemui di Denpasar, Sabtu (28/4/2012). Menurut Akhmad saat ini pengerjaan jalan tol sudah dimulai dan pihaknya akan mempercepat dalam setahun nanti yakni petengahan tahun 2013 masyarakat Bali di pastikan sudah bisa menggunakan jalan tol tersebut.

Setelah sukses pada peresmian dan peletakan batu pertama pada 21 Desember 2011 lalu, pembangunan jalan tol tersebut mulai segera dikerjakan. "Kita mengharapkan dukungan semua pihak agar pembangunan jalan tol biar berjalan sebagaimana mestinya," harapnya.

Saat ini pengerjaan jalan tol untuk pertama kalinya di Pulau Dewata ini dilakukan secara serentak baik di darat maupun di laut. Berbagai jenis alat besar, crane, spun pile telah beroperasi dan bekerja baik siang maupun malam. "Khusus untuk di laut, sudah dirancang pengerjaan baik pasang surut maupun saat air laut naik," tegas Akhmad.

PT Jasamarga Bali Tol bersama para kontraktor dan konsultan bekerja secara simultan mulai dari menyiapkan lahan untuk menempatkan material, mengukur, dan menetapkan titik-titik untuk pemancangan tiang dan spun pile termasuk menyiapkan kapal pontoon. Sedikitnya 18 ribu tiang akan dipancang sepanjang jalur tersebut yakni kurang lebih sepanjang 12 kilometer di atas permukaan laut mulai dari Benoa-Ngurah Rai-Nusa Dua.

Namun sayang, hingga saat ini pihaknya mengaku masih ada kendala terkait dengan kelancaran pembangunan tol tersebut yakni soal pembebasan lahan. Terkait hal itu, pihak Jasamarga menyerahkan sepenuhnya permasalahan tersebut kepada Pemprov Bali dan Pemkab Badung selaku pemilik saham pada tol tersebut. Pembebasan tanah tersebut diberikan kewenangan kepada pemerintah daerah dan berharap agar kendala itu segera diselesaikan dengan kekeluargaan.

Saat ini selain masalah pembebasan lahan, sebanyak 2,3 hektar mangrove yang ada di tiga titik yang harus dibabat. Terhadap hal itu, pihaknya sudah mengkoordinasikannya dengan Dinas Kehutanan agar melakukan pemulihan lahan saat jalan tol nanti kelar dibangun. [mvi]

Komentar

x