Find and Follow Us

Rabu, 20 November 2019 | 03:34 WIB

Akhirnya KPI Beri Sanksi TV One dan Metro TV

Oleh : Irvan Ali Fauzi | Selasa, 10 April 2012 | 21:10 WIB
Akhirnya KPI Beri Sanksi TV One dan Metro TV
IST
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akhirnya memutuskan memberikan sanksi kepada dua televisi swasta nasional yaitu TVOne dan Metro TV.

Hal itu diputuskan setelah KPI melakukan rapat pleno yang dilandaskan kepada pengaduan yang dilakukan oleh 9 fungsionaris Partai Demokrat yang dipimpin oleh Wakil Sekretaris Komisi Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat Ferry Juliantono, sejak 23 Februari 2012.

Sebelumnya, KPI sendiri pernah menggelar sidang mediasi pada Selasa (6/3/2012) dengan menghadirkan para pihak yaitu Ferry Juliantono dengan pihak dari TV One dan Metro TV. Dalam sidang mediasi tersebut, Ferry mengajukan berbagai bukti terhadap tayangan yang diduga melanggar UU No. 32 tahun 2002 tentang Penyiaran terkait beberapa acara di TV One dan Metro TV.

Dalam amar putusan KPI yang tertuang di surat No. 224/K/KPI/03/12 tertanggal 26 Maret 2012 ditandatangani oleh Wakil Ketua KPI, Ezki Suyanto, yang ditujukan kepada Ardiansyah Bakrie sebagai Direktur Utama TV One dan Adrianto Machribie Reksohadiprodjo sebagai Direktur Utama Metro TV.

Dua stasiun televisi tersebut diberikan sangsi peringatan tertulis oleh KPI dengan bertujuan kedua televisi tersebut melakukan evaluasi internal terhadap program khususnya agar lebih berhati-hati dalam penerapan prinsip keberimbangan dalam penyampaian suatu berita dan/atau informasi kepada masyarakat luas dan tetap menggunakan P3SPS sebagai acuan utama.

Adapun acara khusus yang dimaksud adalah program siaran "Jakarta Lawyers Club" atau "Indonesia Lawyers Club" yang disiarkan oleh TV One. Sementara acara khusus yang diberikan sangsi kepada Metro TV adalah program siaran "Metro Pagi".

Secara khusus KPI meminta kepada pihak TV One dan Metro TV agar memperhatikan dengan sungguh-sungguh aduan dari pihak fungsionaris Partai Demokrat tersebut. Surat keputusan KPI ini juga ditembuskan kepada Presiden Republik Indonesia, Komisi I DPR RI, Menteri Komunikasi dan Informatika, Kapolri.[dit]

Komentar

x