Find and Follow Us

Rabu, 22 Januari 2020 | 06:55 WIB

Ricuh, Kenaikan Harga BBM Ditunda?

Oleh : Agus Rahmat | Jumat, 30 Maret 2012 | 02:45 WIB
Ricuh, Kenaikan Harga BBM Ditunda?
Mahfud Siddiq - inilah.com/Agus Priatna
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Aksi massa yang berujung kerusuhan akibat rencana penaikan bahan bakar minyak (BBM) terus terjadi, bahkan hampir di seluruh Indonesia aksi unjuk rasa penolakan kenaikan BBM diwarnau kericuhan.

Untuk mengantisipasi meluasnya kericuhan, maka PKS memberikan jurus untuk menghentikan meluasnya aksi tersebut. Menurut Wakil Sekjen DPP PKS Mahfud Siddiq, bisa saja aksi anarkis itu dihentikan jika kenaikan harga BBM segera dihentikan.

"Hanya ada satu cara untuk hentikan aksi-aksi demonstrasi yang diwarnai kekerasan dan korban jiwa. Presiden segera umumkan bahwa tidak akan menaikkan harga BBM dan akan cari solusi alternatif," jelas Mahfud saat dihubungi di Jakarta, Kamis (29/3/2012).

Mahfud menjelaskan, DPR sedang kerja keras menyusun postur anggaran yang bisa menutup lonjakan subsidi BBM. Jika tidak maka aksi-aksi demonstrasi dan bentrokan dengan aparat dipastikan akan meluas.

"Dan ini akan sangat merugikan pemerintah. Dalam situasi ini, aparat TNI harus tetap menahan diri untuk tidak berhadap-hadapan dengan massa demonstran karena jika terjadi akan semakin memicu tindak kekerasan yang lebih serius," jelasnya.

Ketua Komisi I DPR ini juga khawatir, amarah masyarakat akan semakin meluas. Apalagi, hampir setiap hari kerusuhan-kerusuhan terus ditayangkan oleh media. "Sentimen psikologis masyarakat mulai terusik dengan tayangan tindak kekerasan aparat keamanan terhadap para demonstran," katanya.

Untuk diketahui, kenaikan harga BBM akan ditentukan pada sidang Paripurna DPR hari ini, Jumat (30/3/2012). Partai Politik yang berada di Gedung parlemen itu akan menentukan nasib rakyat terkait kenaikan harga BBM. [mar]

Komentar

x