Find and Follow Us

Minggu, 18 Agustus 2019 | 08:59 WIB

Penempatan TNI-Polri di Papua Bukan Tanpa Alasan

Oleh : Laela Zahra | Jumat, 20 Januari 2012 | 12:29 WIB
Penempatan TNI-Polri di Papua Bukan Tanpa Alasan
inilah.com/Agus Priatna

INILAH.COM, Jakarta - Penempatan pasukan militer di Papua kerap menjadi pertentangan berbagai pihak. Presiden Republik Indonesia (RI) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) langsung membandingkan penempatan militer Indonesia dengan Amerika Serikat.

"Bandingkan kehadiran pasukan koalisi di Irak, Afghanistan, Libya. Dari segi kekuatan, aksi militer, jika mereka melakukan kekuatan militer di negeri orang, TNI melakukan di negerinya sendiri," ujar SBY dalam penutupan Rapat Kerja Pimpinan TNI-Polri, di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta, Jumat (20/1/2012).

Penempatan militer TNI di Papua, menurut SBY wajar sebagai bentuk pertahanan negara. "Ini tugas para pemimpin hingga para komandan di lapangan, memang akhir-akhir ini ada perhatian dari kalangan di dalam dan luar negeri tentang Papua. Saya sampaikan dengan tegas pada siapa pun tentang kebijakan kita, termasuk para pemimpin dunia," kata SBY.

SBY mengatakan, bahwa Pemerintah, telah mengalokasikan anggaran yang tinggi untuk Papua, untuk percepatan pembangunan sarana infrastruktur, dan sistem pertahanan negara serta penegakan hukum.

"Anggaran pembangunan per kepala di Papua adalah yang tertinggi di Indonesia, kami ingin sungguh-sungguh percepat pembangunan ekonomi dan kesejahteraan di Papua. Tapi kenyataannya di Papua masih ada aksi politik dan aksi bersenjata dari elemen separatis. Dunia juga harus tahu, masih ada elemen-elemen separatisme baik yang bergerak secara politik maupun dengan gerakan bersenjata. Itu sebabnya TNI-Polri mengemban tugas di sana. Bukan tanpa alasan," papar SBY.

Lebih lanjut SBY mengatakan, penempatan pasukan militer tidak semata untuk melakukan tindakan gencatan senjata, dengan pengganggu ketahanan negara. Pasukan militer TNI yang ditempatkan Papua hanyalah dalam jumlah kecil. "Itu pun dalam jumlah relatif kecil, dan TNI kita tak lakukan operasi offensive, pertempuran besar." [mvi]

Komentar

x