Rabu, 3 September 2014 | 13:58 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Purnomo Yusgiantoro
Industri Alutsista RI Bisa Jadi Basis Dunia
Headline
Menteri Pertahanan (Menhan) RI Purnomo Yusgiantoro - IST
Oleh: Augusta B. Sirait
nasional - Jumat, 12 November 2010 | 14:57 WIB
Berita Terkait
INILAH.COM, Jakarta - Kendati industri alutsista kini meredup, Menteri Pertahanan (Menhan) RI Purnomo Yusgiantoro optimistis, industri pertahanan Indonesia mampu menjadi basis produksi industri pertahanan dunia.

Industri alutsista (alat utama sistem senjata) Indonesia sempat mengalami kejayaan di era 1980an hingga 1990an, sebelum akhirnya meredup akibat krisis ekonomi 1998 dan krisis ekonomi global tahun lalu. Namun, Purnomo yakin, Indonesia masih bisa sejajar dengan asing.

Saya yakin, melalui Indodefence 2010 kali ini, tamu-tamu dari angkatan bersenjata negara-negara sahabat bisa melihat bagaimana industri pertahanan Indonesia bisa sejajar dengan mereka, ujar Purnomo, di sela di Seminar Indodefence 2010 bertema Empowering Indonesia's Defence Industries to Increase National Defence Capabilities, Kamis (11/11), di JIExpo, Jakarta.

Purnomo mengatakan bahwa sistem komunikasi menjadi kunci suksesnya penanganan bencana. Berikut wawancara lengkapnya.

Bagaimana industri alutsista Indonesia saat ini?
Kita (Kemhan) baru saja membuat KKIP (Komite Kebijakan Industri Pertahanan). Organisasi ini akan mengatur mengenai industri alutsista kita. Saya menjabat sebagai Ketua KKIP, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin jadi Sekretaris KKIP Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin. Yang jelas kita ingin Indonesia bisa menjadi basis produksi persenjataan dunia.

Kapan KKIP mulai bekerja?
Kita sudah mulai dan saat ini kita sedang membuat road map hingga nantinya pada 2024 indonesia memiliki basis produksi industri pertahanan yang kuat. Road map ini akan kita bagi selama lima tahun untuk evaluasi. Kita juga akan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk joint operation dengan tiga Badan Usaha Milik Negera Indusri Pertahanan (BUMNIP), seperti PT Pindad, PT PAL dan PTDI masih mengembangkan joint operation melalui order komponen yang bersifat spesifik. Misalnya, PT PAL menjalin kerja sama dengan industri dalam negeri dan luar negeri.

Terkait bencana alam yang terjadi di tanah air, bagaimana langkah Kemhan dan TNI untuk penanganan bencana alam?
Sesuai Undang-Undang (UU) TNI No. 34 tahun 2004, dimana di dalamnya ada 14 item, disebutkan bahwa tugas utama TNI untuk operasi militer selain peran adalah penanganan bencana alam. Pada pertemuan ASEAN Plus di Hanoi, Vietnam, kemarin, dimana Kemhan dari semua negara di ASEAN sepakat bahwa pertahanan di tiap-tiap negara saat ini meliputi lima area, yaitu maritime security (kemanan maritim), peacekeeping (pemeliharaan perdamaian), humanitarian disaster relief (penanganan bencana alam), dan military medicine (penanganan medis militer).
Jadi selain mempertahankan kemanan negara, TNI juga bertanggung-jawab untuk penanganan bencana alam. TNI selalu masuk ke daerah bencana untuk pertama kali dan membantu masyarakat yang menjadi korban bencana alam.

Apa kendala TNI untuk penganganan bencana alam di Kep. Mentawai dan Gunung Merapi?
Kami melihat pentingnya alat komukasi wilayah (Alkomwil). Di Mentawai, kami akui adanya kesulitan untuk alat komunikasi di sana. Jadi kami juga sedang bekerjasama dengan pihak terkait untuk mengembangkan alat komunikasi khusus penanganan bencana. Untuk daerah kepulauan memang dibutuhkan radio satelit, tapi kita akan mengembangkan alat komunikasi yang bisa menjangkau daerah-daerah terpencil. Oleh karena itu kita berusaha bekerjasama dan membuat alat komunikasi yang efisien.

Selain komunikasi, apalagi masalah di lapangan?
Kami juga berusaha menangani masalah alat-alat kesehatan atau medis. Kami juga terus mencoba mengembangkan untuk membuat rumah sakit sementara yang mudah untuk didirikan, serta sanitasi yang sangat diperlukan korban bencana alam atau pengungsi.

Apa harapan Anda untuk industri alat-alat pertahanan dalam negeri?
Kami ingin Indonesia bisa menjadi basis produksi untuk industri senjata dan pertahanan. Setelah krisis ekonomi 1998 dan krisis ekonomi global tahun lalu, industri pertahanan kita memang. Tapi saya yakin, melalui Indodefence 2010 kali ini, tamu-tamu dari angkatan bersenjata negara-negara sahabat bisa melihat bagaiamana industri pertahanan Indonesia yang bisa sejajar dengan mereka. [ast]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
5 Komentar
tni al
Senin, 5 Maret 2012 | 16:41 WIB
saya sangat setuju jika indonesia membangun lagi pabrik alutsita modrn mohon cepat cepat di bangun jangan hayalan belaka
Kamis, 18 Agustus 2011 | 10:45 WIB
stuju pak. memang kita harus punya industri pertahanan sendiri yang modern...
Minggu, 14 November 2010 | 12:38 WIB
pendapat saya sejalan dengan pak purnomo, kemandirian alutsisata itu harga mati..sekarang kita tanam dalam bentuk perencanaan (road map) yang jelas, detil, dan terukur..20-25 tahun lagi insya Allah kita akan petik hasilnya, kalo gak dimulai dari sekarang kita akan makin tertinggal... maju terus industri pertahanan indonesia!
Minggu, 14 November 2010 | 10:56 WIB
Ini menteri koq menghayal banget sih, bayangkan industri pertahanan RI bisa menjadi basis industri pertahan dunia. Jangan asal ngomong pak dasarnya apa dan negara-negara besar nggak rela kalau indonesia mengembangkan industri pertahananya. Lagi pula duit dari mana? dari Hongkong. Masak seorang menteri hanya ngomong tok. Tahun 2004 PT Pal dengan DEphan dan Mabes TNI sudah mencanangkan pembangunan korvet nasional dan sudah dilaksanakan steel cutting. Tahun 2010 nggak ada hasilnya. Jadi saya nggak percaya sama omonganya menteri yang satu ini.
Hari
Minggu, 14 November 2010 | 08:29 WIB
Saya juga optimis dan yakin seperti pak Purnomo Yusgiantoro... Industri pertahanan harus terus dikembangkan supaya pemenuhan alutsista kita tidak tergantung negara lain... kita bisa mandiri dalam pengembangan aluutsista selain itu juga akan dapat mengembangkan ekonomi Indonesia..
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER