Sabtu, 19 April 2014 | 09:35 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Dukung Merdeka, Inggris Incar Kekayaan Alam Papua
Headline
Wakil Ketua Komisi I DPR, Tb Hasanuddin menilai dukungan parlemen Inggris terhadap kemerdekaan Papua sudah kelewat batas. - IST
Oleh: Mohammad Ansori
nasional - Sabtu, 23 Oktober 2010 | 04:07 WIB
Berita Terkait
INILAH.COM, Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR, Tb Hasanuddin menilai dukungan parlemen Inggris terhadap kemerdekaan Papua sudah kelewat batas.

Bahkan, sokongan itu sudah termasuk bentuk intervensi terhadap kedaulatan negara Indonesia.

"Itu sudah nggak benar. Parlemen Inggris atau negara manapun yang setuju dan mendukung gerakan Papua Merdeka itu sudah kelewat batas dan bentuk intervensi terhadap kedaulatan negara lain," tandas Hasanuddin kepada INILAH.COM, Jumat (22/10/2010) malam.

Politisi PDIP ini mensinyalir anggota parlemen Inggris yang mendukung kemerdekaan Papua sarat dengan kepentingan ekonomi dan ingin mencaplok wilayah Papua.

"Negara asing yang bermain di Papua punya motif-motif tertentu. Motifnya tak lain kepentingan bisnis dan mencaplok kekayaan alam Papua yang begitu strategis," tukasnya.

Hasanuddin khawatir ulah parlemen Inggris itu dapat mengganggu hubungan diplomatik antara Indonesia dan Inggris. "Tidak usahlah ikut campur urusan negara lain, karena membuat suasana tidak kondusif bagi hubungan kedua negara," pintanya.

Seperti diberitakan, kampanye Free West Papua yang merilis video penyiksaan oleh TNI, ternyata mendapatkan dukungan politisi Inggris. Tokoh utama di balik pergerakan pembebasan Papua Barat ini adalah Benny Wanda. Dalam kecamannya terkait video penyiksaan warga Papua, Benny menyatakan dirinya sebagai pemimpin kemerdekaan Papua Barat.

Benny yang tinggal di Inggris, mendirikan Parlemen Internasional untuk Papua Barat (IPWP) pada Oktober 2008. Ia mendapat dukungan dari sejumlah politisi, terutama yang berada di Inggris semisal Andrew Smith, Lord Harries, Lembik Opik dari parlemen Inggris. [mah]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
2 Komentar
muhtarom
Jumat, 30 Desember 2011 | 13:36 WIB
jangan sampai Papua pisah dari NKRI;titik
hero
Sabtu, 23 Oktober 2010 | 08:15 WIB
Harga mati NKRI....apapun bentuk negosiasi'y jgn sampai di intervensi sm negara manapun....Jayalah INDONESIA KU...M E R D E K A !!!
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER