Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 Mei 2015 | 12:34 WIB
Hide Ads

Dukung Merdeka, Inggris Incar Kekayaan Alam Papua

Oleh : Mohammad Ansori | Sabtu, 23 Oktober 2010 | 04:07 WIB

Berita Terkait

Dukung Merdeka, Inggris Incar Kekayaan Alam Papua
Wakil Ketua Komisi I DPR, Tb Hasanuddin menilai dukungan parlemen Inggris terhadap kemerdekaan Papua sudah kelewat batas. - IST

INILAH.COM, Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR, Tb Hasanuddin menilai dukungan parlemen Inggris terhadap kemerdekaan Papua sudah kelewat batas.Bahkan, sokongan itu sudah termasuk bentuk intervensi terhadap kedaulatan negara Indonesia."Itu sudah nggak benar. Parlemen Inggris atau negara manapun yang setuju dan mendukung gerakan Papua Merdeka itu sudah kelewat batas dan bentuk intervensi terhadap kedaulatan negara lain," tandas Hasanuddin kepada INILAH.COM, Jumat (22/10/2010) malam.Politisi PDIP ini mensinyalir anggota parlemen Inggris yang mendukung kemerdekaan Papua sarat dengan kepentingan ekonomi dan ingin mencaplok wilayah Papua. "Negara asing yang bermain di Papua punya motif-motif tertentu. Motifnya tak lain kepentingan bisnis dan mencaplok kekayaan alam Papua yang begitu strategis," tukasnya.Hasanuddin khawatir ulah parlemen Inggris itu dapat mengganggu hubungan diplomatik antara Indonesia dan Inggris. "Tidak usahlah ikut campur urusan negara lain, karena membuat suasana tidak kondusif bagi hubungan kedua negara," pintanya. Seperti diberitakan, kampanye Free West Papua yang merilis video penyiksaan oleh TNI, ternyata mendapatkan dukungan politisi Inggris. Tokoh utama di balik pergerakan pembebasan Papua Barat ini adalah Benny Wanda. Dalam kecamannya terkait video penyiksaan warga Papua, Benny menyatakan dirinya sebagai pemimpin kemerdekaan Papua Barat.Benny yang tinggal di Inggris, mendirikan Parlemen Internasional untuk Papua Barat (IPWP) pada Oktober 2008. Ia mendapat dukungan dari sejumlah politisi, terutama yang berada di Inggris semisal Andrew Smith, Lord Harries, Lembik Opik dari parlemen Inggris. [mah]

2 Komentar

Image Komentar
MUHTAROM - Jumat, 30 Desember 2011 | 13:36 WIB
Jangan sampai papua pisah dari nkri;titik
Image Komentar
HERO - Sabtu, 23 Oktober 2010 | 08:15 WIB
Harga mati nkri....apapun bentuk negosiasi'y jgn sampai di intervensi sm negara manapun....jayalah indonesia ku...m e r d e k a !!!

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.