Jumat, 18 April 2014 | 12:32 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Inilah Foto Polisi Menembak Demonstran
Headline
Sejumlah polisi berpakaian preman diduga menembak dan mengacung-acungkan pistol ke arah mahasiswa - Herudin Malaka/TBNNEWS
Oleh: Abdullah Mubarok
nasional - Jumat, 22 Oktober 2010 | 11:12 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Ada beberapa polisi berpakaian preman membawa pistol ketika bentrokan dengan mahasiswa Universitas Bung Karno, Rabu 20 Oktober 2010. Ada yang meletuskan tembakan peringatan ke arah atas. Ada juga yang menembak ke arah mahasiswa.

INILAH.COM mendapatkan gambar seorang yang diduga polisi berpakaian preman sedang mengacung-ngacungkan pistol kepada mahasiswa UBK.

Apakah orang ini yang menembak mahasiswa UBK, Farel Restu? Polda Metro Jaya telah membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) terkait insiden penembakan tersebut. TPF telah memeriksa delapan polisi yang bertugas dan beberapa mahasiswa yang berunjuk rasa.

Polda Metro Jaya tidak ingin disalahkan 100 persen. Aksi mahasiswa UBK dalam peringatan setahun pemerintahan SBY-Boediono tanpa pemberitahuan dan anarkistis. Mereka membakar ban dan Jalan Diponegoro diblokir.

Saat ini, peluru yang bersarang di betis Farel sudah dikeluarkan. Berdasarkan hasil rontgen, peluru yang dipakai merupakan peluru tajam. Padahal, dalam menghadapi demonstran yang anarkistis, polisi semestinya menggunakan peluru karet. [nic]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
6 Komentar
Soepono.AK.ST.
Selasa, 26 Oktober 2010 | 11:02 WIB
Bersatulah para pemimpin jangan memberi contoh pada generasi muda tawuran di meja sidang,Bung Karno dapat menyatukan Asia Afrika mari contoh tindakan beliau.
anton
Minggu, 24 Oktober 2010 | 11:21 WIB
namanya juga orang mas-mas susah!!.....aku wong solo yg cinta kedamaiaan"<
suhan
Minggu, 24 Oktober 2010 | 09:41 WIB
Lah gimana nasib bangsa ini kedepannya..klu calon2 pemimpin bangas ini seperti itu..wah bahaya klu mulai dari skrg egk dirubah..Mudah2an calon2 pemimpin bangsa ini..bisa memahami kepentingan banyak orang diatas kepentingan yg belum asal usulnya..
rahmat
Sabtu, 23 Oktober 2010 | 22:40 WIB
kalo mahasiswa yang tugasnya belajar ternyata kemudian berdemo nutup jalan merugikan orang lain pengguna jalan dan lain sebagainya, apakah terlalu mitlak salah polisi menembaknya.... APA???? Peluru karet??? Permen karet kali ya....???? sekalian aja kasih peluru tajam... tembak pas di kepalanya... belajar aja kenapa kau malah ada di jalanan.. aq tak merasakan hasil dari kau berdemo secara anarkis begitu, AQ TAK MENDUKUNGMU....
reza
Jumat, 22 Oktober 2010 | 16:27 WIB
Diluar benar atau salah, coba lihat dari sisi pengguna jalan dong. Demo kok nutup jalan. Maunya tuh apa sih? Cuman bisa bekoar koar doang. Coba "ambil" beberapa pendemo, tanya mereka, yang gak berhasil dari program SBY apa? Jelaskan pake analisa, gue yakin banget jawabannya bakal ngaco. Yang penting buat mahasiswa itu hura2 pas demo, bolos kuliah, trus nutup jalan biar dibilang pembela rakyat. Nah terus masalah polisi nembak, liat lagi dong, yang demo bisa diatur gak? Nutup jalan itu ngerugiin orang banyak Mas. Kalo di jalan ada istri yang mau ngelahirin, kendaraan bawa pasien gawat, orang yang kehadirannya ditunggu di suatu tempat....gimana? Pada mau tanggung jawab gak? Saya sih masyarakat biasa aja, bukan pendukung polisi, yang pasti saya juga bukan pendukung mahasiswa yang bisanya cuman demo gak jelas. Mending pada blajar yang bener. Kalo jaman gue sih, kuliah itu susah, makanya gue mending blajar biar pinter. Demo silahkan, tapi jangan pada tolol tolol. Gak usah pake alesan membela rakyatlah, coba tanya sama yang gak demo, pada demen gak tuh liat orang demo. Kalo tukang gorengan sama minuman mah demen, dagangannya laku. Tanya sama sopir bis atau angkutan umum, pasti pada sebel. Soalnya oknum2 mahasiswa tolol itu seneng jingkrak jingkrak, tereak2 gak jelas, ujung2nya mbolos kuliah
pamungkas
Jumat, 22 Oktober 2010 | 13:19 WIB
Kembali lagi masalah polisi & mahasiswa. Pemandangan ini tdk hanya sekali, sudah sering terlihat dimata masyarakat. "Mahasiswa (pendemo)" apa yang dicari.... "Polisi (aparat pemerintah)" tidak adakah solusi tindakan,selain penanganan yg anarki.... Bisakah pendemo (mahasiswa/pun masyarakat)mengeluarkan konspirasinya dgn berdialog /pun yg lainnya (kepala dingin). Moral bangsa kita akan terlihat bobrok kalau selamanya pemandangan ini disajikan terus menerus dimedia. #Mau dibawa kemana# bangsa kita kedepannya... Tolong pak polisi "jgn sering2 jadi koboi seperti texas". Tolong bung pendemo "jgn terus2an berorasi atas ketidak puasan", Masa dari dulu dilihat yg jeleknya aja, sekali2 bercermin untuk melihat yg baiknya.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER