Kamis, 21 Agustus 2014 | 17:09 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Inilah Sumber Utama Konflik Indonesia-Malaysia
Headline
IST
Oleh: Suriani
nasional - Jumat, 27 Agustus 2010 | 21:30 WIB
Berita Terkait
INILAH.COM, Makassar - Sumber utama konflik Indonesia dan Malaysia adalah batas laut dan darat yang tak jelas. Perundingan membahas tapal batas darat dan laut antara Indonesia dan negara Malaysia harus segera dipercepat.

Hal tersebut ditegaskan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali, di Makassar, Jumat (27/8).

Suryadharma menyatakan keprihatinanya atas setiap kejadian yang melibatkan dua negara bertetangga ini selalu membuat goresan pada masyarakat kita. Kemarahan yang selama ini ditunjukkan masyarakat kita, menurutnya masih wajar-wajar saja.

"Munculnya kemarahan saya melihatnya itu masih wajar saja apabila tidak dibarengi dengan anarkisme," ucapnya.

Ia juga menganjurkan unjukrasa untuk menyatakan kekecewaan, kemarahan terhadap negara Malaysia hendaknya tetap memperhatikan rambu-rambu dan aturan. Karena itu, lanjutnya antara Indonesia dan Malaysia masih sebagai bangsa serumpun dan bertetangga.

"Sebagai bangsa yang bertetangga dan sahabat, saya berharap persoalan demi persoalan tidak semakin keruh karena ada emosi yang tak tertahan, kita perlu menahan diri dan mencari solusi yang terbaik, yakni mempercepat perundingan tapal batas," tutupnya. [mah]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
6 Komentar
sumardi
Kamis, 8 Maret 2012 | 22:18 WIB
ngapin kt perang orang tua kt dah susah payah berjuang supaya anak anak nya hdp enak ,harusnya kt bersyukur bs tdr enak makan enak ,apa kalian mau makan singong lagi dulu jaman perang bisa lari bs ngumpet karna senjata ny belum canggh sekarang 1x bom 1kecamatan abis lebih baik hidup damai enak trentram jangan kepala di simpan di pantat susah mikir ath betull
musa
Kamis, 2 Februari 2012 | 22:15 WIB
kedua negara ini memang dari dulunya telah mengalami senggolan fisik dan argument yang berbau tajam. sudah sepantasnya untuk berdamai. karena jamannya pak karno itu intruksi perang ... lha mumpung jamanya sby yaaa intruksi damai dan menempuh jalur yang semstinya dan bermafaat untuk kedua negara ini secara aadil dan brtanggung jawab.... mksih.
bagoes
Rabu, 23 November 2011 | 08:23 WIB
Hahaha kalau perank mustahil Malaysia bisa menang negara maLasa itu kalau di banding kan pulau kalimantan masih lebar kalimantan benekan
agus adhi
Jumat, 14 Oktober 2011 | 10:00 WIB
damai itu indah, bangsa yang kuat adalah bangsa yang berbudaya Negara di Asia adalah negara yang kuat,,salah satunya indonesia,kita negara kaya,saking kuatnya negara2 barat takut terhadap kita sehingga mereka mengadu domba dan itu sudah mereka lakukan dari dulu.
sumadi
Sabtu, 4 September 2010 | 09:24 WIB
mrk pny senjata kita jg pnya,,, mrk pny kapal perank,,,ya kt jg pny,,, mrk pny prajurit,,,kita jg pny,,, mo gmn kt layani,,, hidup indonesia,,,,brjuang lah,,, kami sllalu mndukung,,,
Sumarna
Jumat, 3 September 2010 | 00:22 WIB
DAMAI ITU INDAH,..Merdeka
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER