Jumat, 28 November 2014 | 13:46 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Malaysia Punya Rudal Nasional, RI Masih Hankamrata
Headline
IST
Oleh: MA Hailuki
nasional - Sabtu, 21 Agustus 2010 | 07:04 WIB
Berita Terkait
INILAH.COM, Jakarta - Meskipun jumlah personil TNI lebih banyak daripada Tentara Diraja Malaysia (TDM) namun tidak dalam konsep perang modern kecanggihan persenjataan lebih menentukan.

Menurut pemerhati pertahanan Ade Daud Nasution, konsep perang modern diperlukan persenjataan yang mutakhir dan up to date. Salah satunya sistem pertahan rudal nasional.

"Walaupun tentara banyak tapi kalau mudah dilumpuhkan pakai rudal bagaimana mau menang perang," ujar Ade kepada INILAH.COM Sabtu (21/8).

Ade yang pernah duduk di Komisi I DPR mengetahui secara pasti kualitas persenjataan dan alat utama sistem pertahanan (Alutsista) TNI.

"Malaysia sudah meniru Amerika pakai National Missile Defense, Indonesia masih pakai sistem hankamrata (sistem pertahanan keamanan rakyat semesta)," ujar Ade.

Maka dari itu, tanpa Alutsista yang kuat dan modern tak mungkin Indonesia dapat kembali berwibawa di mata dunia internasional pada umumnya dan Malaysia pada khususnya.

"Kemampuan tempur TNI diakui PBB, tapi tanpa senjata yang canggih dan modern Indonesia tidak akan berwibawa," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasananuddin menyatakan walaupun persenjataan TNI tergolong tua namun daya tempurnya lebih baik dari tentara Malaysia.

"Malaysia lebih modern tapi jumlahnya lebih sedikit. Kemampuan tempur kita lebih baik, saya tahu persis," kata TB Hasanuddin ketika dihubungi INILAH.COM, Jumat (20/8). [mah]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
10 Komentar
salamander
Jumat, 10 Februari 2012 | 00:32 WIB
meskipun senjata canggih dan modern kalau operatornya gaptek juga gak berarti itu senjata
Joe richart
Selasa, 3 Januari 2012 | 09:07 WIB
apa pun jenis senjatax...... kalo ma malaysi mah kecil....
garuda
Jumat, 14 Oktober 2011 | 06:28 WIB
melon tunggu ya....rudal indonesia.
riswan syabana
Minggu, 6 Maret 2011 | 21:22 WIB
buat apa senjata kl untuk membunuh rakyat sendiri,
Borman
Rabu, 29 Desember 2010 | 12:17 WIB
mantaf tentaraku,maju terus pantang mundur,tingkatkan alutsista semodern mungkin,
dadang
Rabu, 13 Oktober 2010 | 18:20 WIB
Kenapa belakangan, jadi banyak pengamat militer ngga jelas kayak ginih seh?
Jul
Selasa, 31 Agustus 2010 | 13:14 WIB
Masa sih malaysia bisa buat rudal, sedangkan UAV aja impor dari RI, Rudal RI kan sudah ada itu kalo ga salah namanya RX 2130 jarak tempuh 100km
RI (RAKYAT INDONESIA)
Senin, 30 Agustus 2010 | 13:58 WIB
SARAN UNTUK PT. PINDAT, & PRESIDEN CURHAT...... PRODUKSI SENJATA SEBANYAK MUNGKIN UNTUK DIBAGIKAN KE RAKYAT IDONESIA....... buat rakyat kl dah dapat senjata jangan dipergunakan untuk RAMPOK...
aris
Sabtu, 21 Agustus 2010 | 15:49 WIB
PT Pindad berhasil mengembangkan SS-2, senapan serbu yang dapat menyaingi akurasi M16 dan daya tahan AK-47, dgn munisi kaliber 5,56 milimeter standar NATO, dapat dipasang teropong malam, silencer dan pelontar granat kaliber 40 milimeter. Begitu SS-2 diperkenalkan di ajang menembak internasional dan menyabet juara umum, mata dunia int...ernasional langsung terbuka dan penasaran sejauh apa kehebatan buatan Indonesia ini (INTELIJEN 5/VII/2010). *Saya masih blm tahu apakah saya akan senang atau malah prihatin dgn berkembangnya alat2 pembunuh massal ini. Yg jelas, Indonesia bisa menghemat jutaan dollar dari impor senjata. Malah, syukur2 senjatanya laris manis di pasar ekspor. Hal tersebut dibuktikan dengan keberhasilan kontingen TNI AD menjadi juara umum di ajang lomba tembak internasional. Kali ini Tim Tembak berhasil menjadi juara umum pada lomba tembak Australian Army Skill Arms Meeting (AASAM) 2010 yang berlangsung di Puckapunyal Victoria Australia dari tanggal 6-20 Mei 2010. Tim Tembak TNI AD berhasil memperoleh 22 medali emas, 13 medali perak dan 14 medali perunggu. Pada lomba AASAM 2010, TNI AD mengirim 10 atlit petembak dan 5 official. Para Petembak merupakan prajurit-prajurit yang dipilih secara selektif dan dibekali berbagai materi tentang kemampuan menembak. Kontingen TNI AD dipimpin oleh Letkol. Inf. Budiman Danyonif Linud 328/Kostrad. Keberhasilan kontingen Indonesia menjadi juara umum untuk kedua kalinya selain didukung oleh kemampuan dan kesiapan tim petembak TNI AD juga didukung oleh kualitas dan kehandalan senjata produksi PT. Pindad (Persero), senapan serbu SS2 - V4. Hal ini merupakan suatu pencapaian prestasi yang membanggakan bagi TNI AD khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya. Lomba AASAM merupakan ajang lomba tembak antar Angkatan Perang berskala internasional yang diikuti oleh negara – negara dikawasan Asia Pasifik, Eropa dan negara - negara Persemakmuran. AASAM diselenggarakan sejak tahun 1984 dan tahun ini diikuti oleh 10 negara yaitu Australia, Brunei, Indonesia, Singapura, Thailand, Philipina, Papua New Guinea, East Timor, Perancis dan Kanada.
aris
Sabtu, 21 Agustus 2010 | 15:34 WIB
lo pak analisanya makin ngaco, lah itu roket yg di bikin LAPAN yg RX itu pak, malah bisa jadi rudal balistik lo pak
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER