Senin, 28 Juli 2014 | 19:20 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Maaf, Senjata TNI Tak Layak Perang Lawan Malaysia!
Headline
inilah.com/ Wirasatria
Oleh: MA Hailuki
nasional - Jumat, 20 Agustus 2010 | 08:05 WIB
Berita Terkait
INILAH.COM, Jakarta - Sikap arogan Malaysia terhadap Indonesia dikarenakan dua hal, yaitu faktor ekonomi dan persenjataan militer.

Menurut pemerhati pertahanan Ade Daud Nasution, dari segi persenjataan militer Tentara Diraja Malaysia (TDM) jauh lebih maju ketimbang persenjataan milik TNI.

"Senjata organik mereka sudah M-4 sama dengan tentara Amerika Serikat dan Inggris, sementara TNI masih pakai SS-1 dan SS-2 yang tidak kompatibel di medan berat," ujar Ade kepada INILAH.COM, Jumat (20/8).

Dalam persenjataan udara, saat ini Malaysia memiliki squadron F-18 Hornet yang merupakan pesawat terbaru Amerika Serikat. Sedangkan Angkatan Udara (AU) masih mengandalkan F-16 yang sudah usang, adapun pesawat Sukhoi buatan Rusia belum mencapai satu squadron.

"Malaysia juga punya tank dan rudal di Johor daerah perbatasan, sementara kita tidak punya tank baru. Yang ada hanya Anoa tanpa altileri. Angkatan Laut Malaysia juga punya banyak kapal selam tipe besar bukan bekas seperti yang kita punya," jelas Ade.

Oleh karena itu, Ade melihat sangatlah wajar Malaysia bisa membarter tujuh nelayannya yang ditangkap oleh Indonesia dengan tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Malaysia lebih kaya daripada kita, apalagi persenjataannya lebih lengkap wajar saja kalau belagu dan menganggap Indonesia sebelah mata," terang Ade.

Sebelumnya diberitakan, tiga petugas pengawas perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ditahan Polisi Malaysia saat sedang mengamankan kapal nelayan Malaysia yang mencuri ikan di Perairan Bintan, Jumat (13/8) malam. Ketiganya dibebaskan pemerintah Malaysia setelah sebelumnya pemerintah Indonesia membebaskan nelayan Malaysia. [mah]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
31 Komentar
andry pratama
Jumat, 30 Maret 2012 | 16:25 WIB
betul..senjata canggih tak menjamin dalam berperang... dan yg hrus kita ingat bahwa kita adalah negara yg mempunyai militer terbesar di asia tenggara.. milter kita mmpunyai skill dan pengalaman dalam berperang...
Kang Inda
Selasa, 7 Februari 2012 | 10:31 WIB
Tidak menjadi jaminan peralatan canggih dapat memenangkan perang..ingat amerika kalah dari vietnam,,,,inggris kalah dari Indon,belanda kalah dari Indon...sementara malaysia gak ada pengalaman perang,kemerdekaan malay juga hibah dari inggris,negri yatim piatu ya malaysia....tentara diraja sendiri banyak orang Indon..ati-ati ya..
df
Senin, 12 Desember 2011 | 08:23 WIB
Ade daud, guoblok...orang kayak gitu kok bisa jadi pemerhati militer...bodoh benar dia....mending jadi pemerhati bokong sultan malaysia aja...ga usah cari nafkah di Indonesia..tolol dasar
nurul cellular
Selasa, 18 Oktober 2011 | 19:26 WIB
Apa yang di katakan ADE daud Nasution peryataan tak nasionalis , sebagai anak bangsa seharusnya dia tahu bahwa perang bukan cuma mengandalkan peralatan tempur , tapi lebih kepada semangat juang dan kadar nasionalsme prajurit itu sendiri..salah satu bukti adalah di jaman perjuangan dahulu. Tak rakyat dan tentara berjuang hanya dengan peralatan tempur seadanya ( bambu runcing dan senapan angin ) tapi ternyata militansi dan stategi yang begitu besar dan kuat mampu melawan tentara belanda dan NICA..sungguh anda telah berkata yang sangat tidak nasinalis..andaipun terjadi perang antara NKRI vs MALASIA 1000% saya jamin TNI akan pulang dengan membawa kemenangan...BRAVO TNI dan jayalah IBU PERTIWI...merdeka
Ade Daud Hoax
Sabtu, 27 Agustus 2011 | 10:52 WIB
Maaf, Ade Daud ini tidak tau apa-apa soal alutsista. Orang sok tau.. capedeeeeehh...
evans
Rabu, 13 Juli 2011 | 10:12 WIB
haha..indon miskin.. nak lawan..?? mai la.. aku tembak sorang sorang sampai mampos.. ko engat ko terer sangat..
Jihandak
Minggu, 26 Juni 2011 | 22:20 WIB
pernah ng b'fikir klo emank p'lengkapan qta kurang mendukung. malacing mampu maju krna mreka punya hukum yg keras.. qta bmnah bisa maju.... stiap pimpinan naik... ada aja yg koment... jgn b'lga dgn kata. buktikan dgn membangun negeri ini.... ciptakan sesuatu yg berguna demi bangsa... baik dibidang militer maupun yg lainnya. mengapa mesti berbicara didepan umum jika kita tak mampu membangunnya dengan kreativitas kita. buktikan pada negara lain klo kita bisa menjadi negara mandiri. jika kita mampu membangun negara ini sendiri. maka kita dapat bersaing dengan negara barat tanpa perlu bersaing dengan negara diASEAN. dan bagi orang yang diharapkan ingin membangun negara. jangan dech skali-skali mikirin gaji. bagaimana jika suatu saat kamu disuruh membangun negara dengan taruhan nyawa. mampuzkan loe. gue harap kalian bisa membantu membangun negara tanpa mikirin penghasilan. jangan cuman bisa koment doang. tpi klo loe pengen mati konyol. mending loe buruan pgi bom bunuh diri d'malacing. dan asala loe tau. bagi yang muslim itu bukan jihad. tpi loe bkalan masuk neraka karena membunuh saudara sendiri. bela negara loe dengan menciptakan sesuatu. indonesia ng' butuh org yg banyak bicara. ciptakan sesuatu yang bermanfaat untuk indonesia. semoga TNI selalu menjadi yang terbaik. "jalesveva jayamahe".
Tbf
Minggu, 26 Juni 2011 | 22:17 WIB
pernah ng b'fikir klo emank p'lengkapan qta kurang mendukung. malacing mampu maju krna mreka punya hukum yg keras.. qta bmnah bisa maju.... stiap pimpinan naik... ada aja yg koment... jgn b'lga dgn kata. buktikan dgn membangun negeri ini.... ciptakan sesuatu yg berguna demi bangsa... baik dibidang militer maupun yg lainnya. mengapa mesti berbicara didepan umum jika kita tak mampu membangunnya dengan kreativitas kita. buktikan pada negara lain klo kita bisa menjadi negara mandiri. jika kita mampu membangun negara ini sendiri. maka kita dapat bersaing dengan negara barat tanpa perlu bersaing dengan negara diASEAN. dan bagi orang yang diharapkan ingin membangun negara. jangan dech skali-skali mikirin gaji. bagaimana jika suatu saat kamu disuruh membangun negara dengan taruhan nyawa. mampuzkan loe. gue harap kalian bisa membantu membangun negara tanpa mikirin penghasilan. jangan cuman bisa koment doang. tpi klo loe pengen mati konyol. mending loe buruan pgi bom bunuh diri d'malacing. dan asala loe tau. bagi yang muslim itu bukan jihad. tpi loe bkalan masuk neraka karena membunuh saudara sendiri. bela negara loe dengan menciptakan sesuatu. indonesia ng' butuh org yg banyak bicara. ciptakan sesuatu yang bermanfaat untuk indonesia. semoga TNI selalu menjadi yang terbaik. "jalesveva jayamahe".
wa'katok
Rabu, 22 Juni 2011 | 21:28 WIB
Saya pengen mau liat..gimana sich wajahnya Ade Daud Nasution...anda tu klu mau ngomentarin ngaca dulu MAS..anda tu org NKRI atau MALINGSIA..anda tu takut dengan malaysia karena anda telah dibayar untuk ngomentari ini...anda belum tau ya Tajamnya MANDAU orang KALIMTAN...mau coba boleh MAS...DI HATI KAMI MASIH ADA MERAH PUTIH...
apeng
Senin, 13 Juni 2011 | 12:57 WIB
hah.. smua pada gx mau kalah., buktiin dulu baru komentar
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER