Sabtu, 20 Desember 2014 | 01:15 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Misteri Hilangnya Emas Sonobudoyo
Headline
IST
Oleh: MA Hailuki
nasional - Jumat, 13 Agustus 2010 | 10:44 WIB
Berita Terkait
INILAH.COM, Yogyakarta - Secara mengejutkan Museum Sonobudoyo, Yogyakarta kemalingan. Tak tanggung-tanggung, aneka koleksi perhiasan emas hilang digondol maling.
Koleksi hiasan emas yang hilang adalah satu buah perhiasan emas bentuk bulan sabit, empat buah lempengan 'silhuette', satu topeng emas, satu lempeng emas, dua lempengan perak, 19 fragmen perhiasan, perhiasan berbentuk ular, Patung Dewi Tara, dan Patung Awalokitesworo.
Kemudian 12 buah fragmen berlapis emas, 12 buah viltrim, enam buah kalung bandul motif binatang, lima buah kalung bandul motif buah, dua buah kalung untir, tiga buah kalung manik-manik dan empat buah kalung bandul serta tiga bandul motif bulan sabit,
Belum jelas berapa nilai rupiah seluruh perhiasan emas itu jika diuangkan. Yang jelas pencurian yang terjadi Rabu (11/8) itu sangat mengguncang tanah Yogyakarta.
Sampai-sampai Sri Sultan Hamengkubuwono X angkat bicara. Pemilik nama asli Herdjuno Darpito ini mengaku tidak habis pikir bagaimana Museum Sonobudoyo bisa kecolongan.
Sebab sepengetahuannya, sistem pengamanan di Museum tempat menyimpan barang-barang bersejarah itu cukup maksimal. Misalnya ada kamera tersembunyi dan alarm otomatis yang bisa mendeteksi apabila lemari perhiasan dibuka secara paksa.
Dalam kasus itu, yang patut dipertanyakan adalah bagaimana pengamanannya, karena koleksi berharga museum bisa raib dibawa pencuri. Saya optimistis koleksi museum sudah dijaga dengan baik, tetapi apakah perangkat pengaman museum sudah benar-benar berfungsi dengan baik, ujar Sultan usai melantik pengurus Badan Musyawarah Museum (Barahmus) Daerah Istimewa Yogyakarta periode 2010-2014, Kamis (12/8).
Gubernur Yogyakarta ini pun mempercayakan pengusutan kasus tersebut kepada aparat Kepolisian. Dia berharapa Polisi bisa segera menemukan pencurinya.
Polisi tentu akan melakukan penyelidikan bagaimana koleksi Museum Sonobudoyo itu bisa dicuri, padahal sudah dipasang alarm dan kamera tersembunyi, ungkap Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat itu. Sri Sultan berharap Polisi bisa segera menangkap pelaku dan mengamankan koleksi perhiasan emas yang hilang tersebut.
Sebab menurutnya, nilai sejarah yang terkandung dalam koleksi hiasan emas tersebut melebihi berat dan karat emas murni yang terkandung di dalamnya. Masalahnya bukan nilai rupiah yang menjadi perhatian, tetapi dari segi sejarah yang tidak bisa tergantikan.
Peristiwa pencurian ini mengingatkan kita kepada pencurian arca di Museum Radya Pustaka di Solo, Jawa Tengah. Ketika itu diketahui ternyata arca yang dicuri ditemukan di kediaman pengusaha Hasjim Djojohadikusumo.
Berdasarkan penyelidikan Kepolisian, Hasjim justru membeli arca tersebut dari kolektor asing dengan niat menyelamatkan benda bersejarah. Belakangan baru diketahui ternyata arca tersebut sengaja dijual oleh oknum pihak keluarga Keraton Kasunanan Surakarta dengan melibatkan orang dalam museum Radya Pustaka.
Nah, dalam kasus pencurian koleksi hiasan emas Museum Sonobudoyo ini diduga juga melibatkan orang dalam. Bisa saja pelakunya orang dalam, kita tunggu saja penyelidikan Kepolisian, ujar Sultan.
Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Kota Besar Gondomanan Yogyakarta Ipda Wahyu menduga pelaku pencurian emas Museum Sonobudoyo adalah orang yang sebelumnya sudah mempelajari dan memahami peta penempatan koleksi hiasan emas.
Pelaku kemungkinan memiliki pengetahuan yang memadai terkait nilai historis benda-benda kuno tersebut. Kami hingga kini masih melakukan penyelidikan dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap kasus pencurian tersebut, paparnya.
Ia mengatakan, pencurian tersebut pertama kali diketahui karyawan museum Bambang Suprayogi yang merasa curiga karena melihat ada pecahan kaca di ruang kerjanya yang berdekatan dengan lokasi penyimpanan koleksi yang hilang.
Saksi kemudian mencari asal pecahan kaca, dan ternyata dia melihat bahwa benda-benda koleksi bersejarah tersebut sudah raib, ungkapnya.
Sementara itu Kepala Museum Sonobudoyo Martono tidak bersedia berkomentar dan memberikan pernyataan yang bertentangan dengan pernyataan Sultan. Menurutnya pengamanan Museum Sonobudoyo sangat tidak ideal. Selama ini Museum Sonobudoyo hanya dijaga dua orang pegawai saat siang hari dan satu orang malam hari, terangnya.
Semoga koleksi emas yang hilang tersebut bisa segera ditemukan Kepolisian. Kalaupun pencuri telah menjualnya, semoga pembelinya adalah kolektor nasional yang bermaksud menyelamatkan koleksi budaya Nusantara. Semoga. [mah]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER