Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 27 Desember 2014 | 20:38 WIB
Hide Ads

Inilah Kiprah Desertir Brimob yang Jadi Teroris

Oleh : Bayu Hermawan | Selasa, 10 Agustus 2010 | 17:11 WIB
Inilah Kiprah Desertir Brimob yang Jadi Teroris
Edward Aritonang - inilah.com/Agung Rajasa

INILAH.COM, Jakarta - Kadiv Humas Polri Irjen Pol Edward Aritonang mengatakan Sofyan Tsauri (sebelumnya disebut Sufyan) pernah bertugas di Aceh saat masih menjadi anggota Brimob. Dirinya juga yang membawa sukarelawan untuk berlatih di sekitar Brimob tahun 2008."Sofyan itu anggota Polri dari Depok. Dulu sudah pernah kita sebutkan. Dia tadinya termasuk tim tugas ke Aceh," ujar Edward di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (10/8).Irjen Pol Edward Aritonang mengatakan saat bertugas di Aceh, ia bertemu dengan istrinya dan kemudian tidak pernah kembali bertugas. "Di Aceh dia bertemu istrinya. Istrinya orang Aceh. Setelah pulang dia tidak pernah masuk kantor. Dia dipecat. Lalu bertemu dengan orang bernama Oman Abdurahman yang terlibat kasus bom Cimanggis," jelas Edward.Setelah bertemu dengan Oman Abdurahman, Sofyan kemudian dibawa kembali ke Aceh dan kemudian bertemu dengan Yusuf dari FPI Aceh. "Direkrut kemudian dia pernah diajak untuk memberangkatkan sukarelwan ke Gaza," ucapnya.Edward melanjutkan, para sukarelawan itu kemudian dilatih olehnya di Kelapa Dua, Depok. "Dibawa kawannya untuk latihan-latihan di lapangan dekat Mako Brimob tahun 2008, tapi tidak jadi berangkat dan bubar. Latihan tersebut ilegal," terangnya.Ia juga mengatakan, senjata dari Sofyan di dapat dari senjata bekas yang sudah disposal. Sebelumnya, Sekjen FUI KH Muhammad Al Khaththath menuding ada rekayasa teroris yang dimainkan desertir (pecatan) Brimob bernama Sofyan Tsauri. "FUI mendapatkan laporan bahwa ada rekayasa terorisme yang dimainkan oleh seorang desertir Brimob bernama Sofyan Tsauri yang telah merekrut dan melatih para tersangka pelaku pelatihan militer di Aceh," ujarnya.[bay/mut]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.