Senin, 22 Desember 2014 | 00:54 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Pengamatan Hilal Terpusat di 12 Lokasi
Headline
Oleh:
nasional - Selasa, 10 Agustus 2010 | 15:33 WIB
Berita Terkait
INILAH.COM, Kupang - Pihak observatorium Bosscha bersama Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) mengamati hilal --untuk mengetahui awal Ramadhan 1431H/2010-- dari 12 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Ketua Tim Observatorium Bosscha untuk wilayah Nusa Tenggara Timur Dr Mahasena Putra, di Kupang Selasa (10/8)mengatakan, pengamatan di 12 titik lokasi itu untuk memastikan datangnya awal bulan Ramadhan tahun ini. Tim Bosscha di sebar di titik-titik yang dinilai bisa digunakan mengamati hilal, penampakan bulan paling awal. Pengamatan dilakukan dengan bantuan peralatan teknologi tinggi.

Mahasena yang saat itu didampingi staf dari Kemenkominfo Taufik Hidayat menyebut ke-12 titik lokasi pengamatan hilal itu adalah SPD LAPAN Biak - Papua, Pantai Barat Kupang, Nusa Tenggara Timur, Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Berikut Lantai atas MTB Makasar, Sulawesi Selatan, Tenggarong Kalimantan Timur, Condrodipo Gresik, Jawa Timur, Pos Observasi Bulan, Bukit Belabelu - Yogyakarta, Observatorium Bosscha - Bandung.

Menyusul Menara timur UPI Bandung, Anyer - Banten, UINSUSKA Pekanbaru, Riau dan terkahir adalah, Observatorium Lok Ngah, Nangro Aceh Darussalam. Menurut dia, berdasarkan kalender 'Qomariyah' atau Hijriah, pergantian hari terjadi saat matahari terbenam baru akan dilakukan Hilal atau sabit bulan-baru yang menandai masuknya bulan-baru pada sistem kalender itu.

Hilal katanya, merupakan fenomena tampakan sabit bulan saat matahari terbenam, yang dilihat dari bumi setelah 'ijtimak' atau konjungsi. "Perbedaan tempat dan waktu di bumi mempengaruhi tampakan hilal tersebut. Hilal sangat redup dibandingkan dengan cahaya matahari atau mega senja. Dengan demikian katanya hilal ini baru dapat diamati sesaat setelah matahari terbenam," ungkapnya.

Mahasena mengatakan banyak kegiatan penting ke-Islam-an mengambil dasar posisi bulan di langit, antara lain Tahun Baru Hijriah, awal puasa Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha. Setiap tahun Kemenkominfo bersama konsorsium pengamatan hilal 1 Ramadan 1431 H menyediakan akses bagi masyarakat untuk menyaksikan langsung hasil pengamatan hilal baik langsung maupun melalui sarana komunikasi yang tersedia.

Namun, lanjut dia, kepastian kapan dimulai Ramadhan masih tetap harus ada sidang Itsbat para tokoh Ormas Islam untuk memastikannya serta pengumuman Menteri Agama yang mensahkannya. Sidang itsbat akan dihadiri perwakilan berbagai ormas Islam, para pakar hisab-rukyat, dan instansi terkait seperti Lapan, Observatorium Bosscha ITB, Planetarium Jakarta, BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika), serta Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) dan Kemenkominfo. [ant/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER