Senin, 21 Mei 2012 | 20:40 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Redenominasi Rupiah, Darmin Menyusahkan SBY
Headline
Darmin Nasution - inilah.com/Agus Priatna
Oleh: MA Hailuki
nasional - Selasa, 3 Agustus 2010 | 03:01 WIB
Berita Terkait
INILAH.COM, Jakarta- Usulan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution yang akan melakukan 'redenominasi rupiah' dari Rp 1.000,00 menjadi Rp 1,00 (satu rupiah) membuktikan rendahnya kualitas Gubernur BI pilihan Presiden SBY.

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M Massardi mengatakan, kebijakan Darmin tersebut juga menjelaskan betapa kolutifnya Komisi XI DPR yg meloloskan dalam fit and proper test.

"Kini semakin terbukti bahwa Darmin Nasution memang tidak "fit" dan tidak "proper" sebagai Gubernur BI," ujar Adhie kepada INILAH.COM Selasa (3/8).

Menurut Adhie, cara Darmin 'menaikkan value' rupiah dengan cara meredenominasi rupiah hanyalah semu
dan membohongi rakyat. Dia tidak sadar bahwa pernyataannya ini meresahkan masyarakat dan mendorong inflasi lebih cepat. Bahkan lebih jauh bisa membuat Presiden SBY tumbang di tengah jalan.

"Ingat, kejatuhan pemerintahan di seluruh dunia kebanyakan bukan karena militer tapi oleh moneter, sejak awal saya sudah katakan Darmin akan menjadi beban SBY," terang Adhie.

Sebagaimana diberitakan, Gubernur BI Darmin Nasution mengusulkan perlunya redenominasi rupiah untuk memperkecil jumlah nominal uang. Misalnya, Rp1.000 (seribu rupiah) menjadi Rp1 (satu rupiah).

Dalam ensiklopedia bebas, Wikipedia bahasa Indonesia, 'redenominasi' didefinisikan sebagai pemotongan nilai mata uang menjadi lebih kecil tanpa mengubah nilai tukarnya. Pemotongan nol biasanya tiga buah di belakangnya. Contohnya, uang Rp100.000 dipotong menjadi Rp100. Karena itu, harga beras Rp6.000 per liter, jadi Rp6 per liter. [mah]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
3 Komentar
doddy
Jumat, 6 Agustus 2010 | 13:19 WIB
Ide yang gebleg. Keliatan ngga pinter matematikanya. jika 100x 1y maka 1000x 10y itu bisa masuk akal. tapi jika 100x 1x itu gimana? iya kalo uangnya nyata. tapi kalo direkening bank ikut satuan yang mana?
skew
Rabu, 4 Agustus 2010 | 07:23 WIB
ganti ama Adhi Masardi aja....kinerjanya sudah terbukti....jadi penasehat alm Gus Dur sampai beliau dilengserkan.
doms
Selasa, 3 Agustus 2010 | 14:58 WIB
sepertinya pak Darmin tidak menyadari bahwa dirinya seorang pejabat yang setiap pernyataanya bisa menjadi pusat perhatian. Darmin bukan komentator, seharusya ide atau pemikiran yang menyangkut kehidupan bernegara tidak langsung dilempar ke masyarakat. Semoga pak Darmin dapat menyadari efek buruk pernyataannya tersebut dan seterusnya menyampaikan pernyataan yang menyenangkan masyarakat dan pasar.terima kasih
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.