Kamis, 21 Agustus 2014 | 09:22 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Penambahan Kewenangan PPATK
ICW: PPATK Tidak Boleh Terima Komisi 25%
Headline
Danang Widoyoko - inilah.com
Oleh: Laela Zahra
nasional - Senin, 12 Juli 2010 | 17:44 WIB
Berita Terkait
INILAH.COM, Jakarta - Revisi UU tentang PPATK tengah dibahas di DPR, penambahan kewenangan lembaga tersebut seperti melakukan penyidikan dan menerima komisi 25%, juga dibahas dalam rapat di Komisi III DPR.

Dalam draf refisi UU tentang PPATK disebutkan penyidik PPATK menerima komisi 25%, dari tiap kasus kejahatan yang berhasil diungkap. Hal ini dinilai tidak tepat oleh Indonesia Corruption Watch (ICW). "Saya belum baca draftnya, itu artinya otomatis anggaran bertambah 25% untuk institusi," kata Koordinator ICW Danang Widoyoko, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (12/7).

Mencontoh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), uang hasil kejahatan korupsi dalam tiap kasus yang diselesaikannya, dikembalikan sepenuhnya kepada kas negara. Jika PPATK diberikan kewenangan untuk menyidik kasus, menurut Danang, tidak perlu ada komisi 25% untuk penyidik dari tiap kasus yang diungkap. "Harusnya masuk ke anggaran negara," kata Danang.

Terlebih jika penyidik PPATK nanti berstatus Pegawai Negeri Sipil, sambung Danang, harus mengikuti standar gaji atau pengupahan yang ditetapkan pemerintah. "Artinya kalau mereka PNS tidak akan bisa mengambil komisi itu, soalnya mereka pegawai negara, kalau itu (komisi) ya harusnya untuk institusinya," tandas Danang. [laz/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER