Minggu, 26 Oktober 2014 | 15:27 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Kebijakan Politik SBY Beda dengan JK
Headline
Bima Arya - dok.pribadi
Oleh: Edi Junaedi
nasional - Senin, 20 Oktober 2008 | 12:30 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Empat tahun memerintah Indonesia, stabilitas politik SBY-JK dinilai bagus karena mampu mengendalikan tanpa mencederai demokrasi. Meski begitu, ada perbedaan mencolok antara kebijakan SBY dan JK.

Selama empat tahun memerintah, pasangan ini banyak banyak melakukan hal yang dinilai cukup berhasil, termasuk stabilitas politik yang patut diapresiasi. Banyaknya partai politik, namun sama sekali tidak ada persinggungan yang memecahkan persatuan bangsa.

"Yang patut diapresiasi atas kinerja empat tahun SBY-JK adalah stabilitas politik Indonesia yang masih terkendali sampai saat ini. Keduanya piawai mengendalikan rimba politik yang penuh partai politik dan para aktor tanpa mencedrai demokrasi. Kita bisa lihat pilkada-pilkada yang diselenggarakan di daerah relatif berjalan aman dan demokratis," Kata pengamat politik Bima Arya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (20/10).

Menurut Bima, dalam empat tahun terakhir ini, SBY-JK berhasil mengawal demokrasi yang sedang berproses di Indonesia. Keduanya mampu bekerjasama dalam menata demokrasi ke arah yang lebih baik, walau dengan catatan.

"Yang menjadi catatan saya adalah mengenai kepemimpinan politik antara SBY dan JK sangat berbeda dalam cara memandang persoalan. SBY cenderung penuh pertimbangan dan hati-hati, sedangkan JK selalu instan dan pragmatis," paparnya.

Bima memberikan contoh, ketika dua Menteri SBY, MS Kaban dan Paskah Suzetta diduga terjerat kasus hukum, sampai saat ini tidak ada sikap yang tegas dari SBY. Beda halnya dengan JK, yang tegas membersihkan caleg-caleg bermasalah di Golkar. Walaupun ada perbedaan, kimia politik SBY-JK masih kuat di mata Bima.

"Memang SBY-JK ada perbedaan, namun tidak mempengaruhi kemungkinan untuk duet kembali di Pilpres 2009. Dan saya yakin 70% keduanya akan duet kembali. Hal ini bisa kita lihat pada keputusan Rapimnas Golkar," ujarnya.

Namun menurut Bima, SBY-JK masih mempunyai PR penting menjelang Pilpres 2009. Pilpres 2009 diprediksi akan lebih dinamis dan lebih ketat daripada pemilu 2004, dan peta kekuatan politik akan sulit dikendalikan. Apalagi dengan kemungkinan terjadinya fragmentasi kekuatan-kekuatan baru yang lebih militan dan agresif.[L8]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER