Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 24 Maret 2017 | 07:10 WIB
Hide Ads

Terinspirasi Film, LSM Australia Beri Bantuan BPLS

Oleh : Bayu Hermawan | Kamis, 27 Mei 2010 | 08:30 WIB
Terinspirasi Film, LSM Australia Beri Bantuan BPLS
IST
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - LSM Humanitus Foundation Australia bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) untuk memberikan bantuan dana internasional guna membantu persoalan lumpur Sidoarjo yang dalam dua hari kedepan sudah berlangsung selama empat tahun.Menurut direktur eksekutif Humanitus Jeffrey Richards pemberian bantuan ini diputuskan setelah sebelumnya LSM Humanitus mengadakan komunikasi dengan BPLS hingga meninjau langsung kondisi lumpur Sidoarjo. Humanitus sendiri memberikan bantuan setelah terinpirasi dari pemutaran film dokumenter tentang lumpur Sidoarjo yang berjudul Mud Max yang diputar pada 13 Februari 2010 lalu di Sydney. "Pertemuan-pertemuan kami dengan BPLS di Indonesia telah menghasilkan dibentuknya kemitraan kerja sama ini," ujar Jeffrey Richards dalam keterangan pers, Kamis (27/5).Pada dasarnya bantuan ini untuk mendukung penelitian ilmiah untuk mempelajari tentang sub permukaan sehingga perencanaan sosial dan infrastruktur yang efektif dapat dikembangkan untuk membantu rakyat Indonesia. Selain itu, Humanitus juga akan melakukan penilaian terhadap dampak sosial dari bencana tersebut. Hal ini dimaksudkan untuk memberi suatu pemahaman yang baik mengenai keefektifan usaha-usaha yang telah diterapkan selama empat tahun terakhir. Selain itu, melakukan penilaian atas implikasi-implikasi yang lebih luas dari bencana tersebut, sejalan dengan keadaan yang terus menerus berlanjut. "Melalui dampak sosial yang komprehensif ini Humanitus akan membantu BPLS dalam meningkatkan program-program demi manfaat langsung bagi komunitas yang terkena dampak," tutur Richards.Bencana lumpur Sidoarjo pada tanggal 29 Mei mendatang, genap berlangsung selama 4 tahun. Semburan lumpur Sidoarjo sendiri berlangsung sejak 29 Mei 2006, dimana semburan lumpur secara tiba-tiba itu telah mengenangi desa-desa, merusak infrastruktur serta memaksa sekitar 40.000 warga yang tinggal disekitar lokasi semburan mengungsi. [bay/ikl]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

x