Sabtu, 22 November 2014 | 06:57 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Adnan Topan Husodo
Jangan Pilih Caleg Bermasalah
Headline
Adnan Topan Husodo - photobucket.com
Oleh: R Ferdian Andi R
nasional - Rabu, 24 September 2008 | 10:01 WIB
INILAH.COM, Jakarta Terungkapnya beragam kasus korupsi yang melibatkan sejumlah anggota DPR periode 2004-2009 tak menjadi halangan para anggota dewan untuk maju kembali di Pemilu 2009. Termasuk nama-nama yang diduga terlibat aliran travel cheque dalam pemilihan deputi gubernur BI Miranda Gultom.
Menurut Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo, publik harus jeli melihat caleg yang maju dalam Pemilu 2009. "Publik harus memilah mana yang dipilih dan mana yang tidak dipilih," tegas Adnan.
Ditemui di gedung DPR, Selasa (23/9) seusai menyerahkan data terkait dengan aliran dana BI ke sejumlah anggota DPR, Adnan membahas banyak hal. Berikut ini petikan wawancaranya:

Apakah 77 nama yang dilaporkan ICW ke BK sudah diperiksa dan akan mendaftar sebagai caleg lagi?
Ada sebagian yang masih mendaftar sebagai caleg lagi untuk 2009 dan sudah dicek. Banyaknya dari PDI-P dan Partai Golkar. Oleh karena itu selain kami melaporkan masalah kode etik ini ke BK, nanti bahan-bahan ini juga akan menjadi alat kampanye untuk tidak memilih politisi busuk.

Kenapa tadi tidak ketemu BK?
Nah itu dia, ternyata BK mempunyai prosedur baru. Sekarang ada aturan baru bahwa setiap ada laporan yang pertama kali masuk ke mereka, itu harus melalui sekretariat BK. Oleh karena itu kita tadi diterima sekretariat BK. Baru nanti setelah BK menindaklanjuti masalah ini, kami akan dipanggil memutuskan lebih lanjut.

Bagaiamana dengan gerakan anti politisi busuk?
Kita kumpulkan data berbagai sumber, terutama yang kita harapkan adalah laporan dari masyarakat, karena laporan dari masyarakat ini menunjukkan partisipasi masyarakat yang cukup tingi untuk mewaspadai dan mengkampayekan anti politisi busuk. Di luar itu kita juga mengakses dari berbagai sumber, seperti KPK, KPU, dan media-media.

Apakah data-data tersebut akan dilansir ke publik?
Ya kita akan menyampaikan kepada publik, supaya publik lebih waspada dan publik bisa memutuksan mana yang bisa dipilih dan mana yang tidak.

Bagaimana dengan dana kampaye?
Isu rekening dana kampanye ini sebenarnya sangat tergantung dari seberapa jauh para peserta pemilu ini mentaati peraturan yang ada. Dalam arti mau diatur rekening itu di berbagai tempat atau mau diatur di satu tempat.
Tapi bagaimana kemudian ketika ada peserta pemilu yang menyimpan dana kampeye tersebut di luar rekening ini bisa dideteksi. Karena hampir tidak ada cara yang bisa mendeteksi adanya pelangaran terhadap rekening liar dana kampaye yang ini juga dikendalikan oleh tim-tim bayangan pada pasangan calon yang itu bisa ditangkap oleh bawaslu dan juga bisa dideteksi oleh KPU dan auditor. Ini yang selama ini tidak pernah ditangkap padahal ada peluang ke arah sana.

Bagaimana dari segi transparansi?
UU Pemilu berjenjang karena partai politik itu ada pada tingkat bawah sampai atas. Tapi untuk pemilihan presiden itu ada dua isu krusial, pertama bagaimana undang-undang bisa mengatur tim kampaye bayangan menjadi tim yang resmi. Karena tim bayangan tidak pernah dilaporkan ke KPU, tapi menjalankan tugas dan peran fungsi kampanye karena dengan mereka menjalankan fungsi kampaye ini, mereka pun harus melaporkan keuangan mereka.
Kedua soal laporan pertanggung jawaban, KPU harus membuat kerja sama dengan adanya aliran dana ilegal atau transkasi yang mencurigakan. Ini bisa melalui MoU terlebih dahulu. Kalau tidak, akan sangat sulit bagi PPATK. [P1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER