Selasa, 25 November 2014 | 03:00 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Layanan Seks Gigolo di Kuta-Bali (1)
Headline
IST
Oleh:
nasional - Rabu, 28 April 2010 | 00:05 WIB
Berita Terkait
INILAH.COM, Kuta - Kehidupan gigolo di Kuta, Bali dibuka. Film dokumenter Cowboys in Paradise membuat banyak orang marah dan tak terima. Tapi, sebuah cerita mengungkap, bahwa gigolo sudah menggejala di Bali sejak 20 tahun lalu.

Cowboys in Paradise hanya film dokumenter berdurasi 10 menit lebih sedikit. Tentu, terlalu pendek untuk bisa 'menghakimi' Bali dengan cerita gigolo seperti itu.

Amit Virmani, pria kelahiran India, tentu tak bisa menyebutkan bahwa filmnya, adalah
realitas sebenarnya dari Bali. Amit, dengan Cowboys in Paradise, hanya merekam kisah seorang bocah Bali, yang terobsesi untuk segera tumbuh dewasa agar bisa memberikan layanan seksual kepada turis-turis wanita asal Jepang.

Kontroversi tentu saja tak bisa dihindari. Apa yang dijadikan Amit sebagai film dokumenter itu, direaksi secara keras. Terutama oleh aparat. Hari ini, Selasa (27/4), malah dilakukan sweeping terhadap para gigolo dan pemeran dalam film itu.

Sebuah harian di Bali, akhirnya juga mengungkap tentang kehidupan para gigolo. Di situ ditulis, bahwa dalam kehidupan sehari-hari di Pantai Kuta, keberadaan para gigolo ini tidak terlalu mencolok.

Bagi orang awam, sulit untuk membedakan mana lelaki yang ada di situ adalah seorang gigolo, dan mana yang bukan. Gigolo adalah pekerjaan terselubung di kawasan Kuta. Tidak ada yang menjadikan profesi ini sebagai profesi utama, apalagi menawarkan diri secara terang-terangan.

Harian di Bali itu juga mewawancari seorang mantan gigolo. Diungkapkan, bahwa para gigolo di Pantai Kuta dalam kehidupan sehari-hari mempunyai pekerjaan lain. Macam-macam, mulai dari pedagang minuman, menyewakan papan selancar, tukang pijat, guide, hingga instruktur surfing atau selancar.

"Perkenalan antara gigolo dengan turis wanita biasanya dimulai di Pantai Kuta saat turis wanita sedang berjemur atau saat berlatih selancar di tengah laut. Ada juga turis wanita yang berkenalan dengan gigolo saat mencari informasi tentang obyek wisata Kuta dan sekitarnya," kata mantan gigolo yang diwawancarai oleh harian itu.

Jika sudah saling kenal dan cocok, perkenalan akan berlanjut dengan jalan bersama mengunjungi obyek wisata atau klub malam di Kuta.

"Hubungan bisa berlanjut ke hal-hal yang lebih intim, yakni hubungan seksual baik yang disertai imbalan atau tanpa imbalan sesuai kesepakatan antara gigolo dan tamu wanitanya.

Tapi kalau ada imbalan, jumlahnya bisa amat lumayan. Apalagi kalau turis wanitanya kaya
raya dan royal, ya lumayanlah untuk ukuran kerja di Bali," kata mantan gigolo yang mengaku sudah pensiun jadi gigolo serta memilih menikah dengan wanita lokal Bali dan memiliki dua orang anak laki itu.[mut/ims]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER