Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 2 September 2015 | 23:56 WIB
Hide Ads

Inilah Pengurus Tanfidziyyah PBNU 2010-2015

Oleh : R Ferdian Andi R | Senin, 19 April 2010 | 17:43 WIB

Berita Terkait

Inilah Pengurus Tanfidziyyah PBNU 2010-2015
Said Aqil Siradj - inilah.com/Agung Rajasa

INILAH.COM, Jakarta - Di jajaran kepengurusan dewan tanfidziyyah yang awalnya muncul dua wakil ketua umum, namun secara resmi PBNU pimpinan KH Said Aqil Siradj hanya memunculkan satu posisi wakil ketua umum.Menurut KH Said Aqil Siradj, perubahan posisi wakil Ketua Umum yang hanya menjadi satu waketum lebih karena faktor Anggaran Dasara dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). "Tidak ada apa-apa, murni AD/ART," ujarnya dalam jumpa pers di kantor PBNU, Jakarta, Senin (19/4). Sebelumnya, posisi Waketum PBNU memunculkan dua nama yaitu Slamet Effendy Yusuf dan As'ad Said Ali. Berikut daftar lengkap pengurus tanfidziyyah PBNU:Ketua Umum: Dr KH Said Aqil Siroj, MAWaketum: Drs H As'ad Said AliKetua : Drs H Slamet Effendy Yusuf, MSiKetua : KH Hasyim Wahid Hasyim (Gus Im)Ketua : KH Abbas Muin, MAKetua : Drs H Muh. Salim al-JufriKetua : Prof Dr. H Maksum MahfudzKetua : Prof Dr. Maidir HarunKetua : Drs. H. Syaifullah YusufKetua : Drs. M. Imam AzizKetua : Drs. H Hilmi MuhammadiyahKetua : Drs. H. Abdurrahman, M.PdKetua : Drs H Arvin Hakim ThohaKetua : Dr. KH. Marsudi SyuhudKetua : Prof Dr. Kacung MarijanKetua : H Dedi Wahidi, S.Pd, M,SiSekjen : Ir HM. Iqbal SullamWasekjen : Drs. Enceng SobirinWasekjen : Drs. Abdul Mun'im DzWasekjen : Dr. H. Aji HermawanWasekjen : Dr. H. Affandi MuchtarWasekjen : Dr. dr. Syahrizal Syarif, MPHWasekjen : Dr. H. Hanif Saha GhofurWasekjen : Imdadun Rahmat, MABendahara : Dr. H. Bina SuhendraWabendum : Dr. H. Abidin, H.HWabendum : Nasirullah FalahWabendum : H Raja Sapta Ervian, SH, M.HumWabendum : Hamid Wahid Zaini, M.Ag [fer/jib]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.