Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 25 Juni 2017 | 05:33 WIB

'Kok Menkeu Tak Remunerasi Gaji TNI, Polri, Guru'

Oleh : Kawiyan | Minggu, 4 April 2010 | 06:19 WIB
'Kok Menkeu Tak Remunerasi Gaji TNI, Polri, Guru'
Indria Samega - inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Kebijakan remunerasi gaji para pegawai pajak, berpotensi menimbulkan kecemburuan di kalangan aparat negara. Terutama bagi prajurit TNI, Polri dan guru. "Gaji mereka untuk hidup sehar-hari saja tidak cukup, apalagi untuk membeli rumah atau menyekolahkan anak-anak," ujar pengamat militer, Indria Samego, kepada INILAH.COM, Minggu (4/4).Sebagai contoh, seorang anggota TNI dengan pangkat Prajurit Dua memperoleh gaji pokok Rp 1.100.000/bulan. Ditambah tunjangan, beras dan lauk-pauk sebesar Rp 229.490/bulan.Sedangkan anggota dengan pangkat Kapten dan sudah mengabdi 24 tahun di Kodam Jaya, mendapat gaji total Rp 4.020.000/bulan. Gaji tersebut sudah termasuk tunjangan dan lauk-pauk. "Kami berharap agar rencana pemerintah menaikkan gaji PNS, anggota Polri dan TNI segera terwujud," ujar seorang anggota TNI berpangkat Kapten. Para anggota TNI ini bekerja selama 24 jam dan tinggal di asrama. "Tapi kami happy mas, nikmati saja apa adanya," tambah anggota yang lain.Indria menambahkan, sejak fungsi sosial-politik TNI dihilangkan praktis aktivitas prajurit TNI hanya menyangkut pertahanan dan keamanan. Jadi, peluang mereka melakukan aktivitas yang berdampak ekonomi sudah tertutup. Indira mengakui gaji pegawai negeri sipil (PNS) pada umumnya masih rendah. Hanya PNS di lingkungan kantor pajak yang tinggi menyusul diberlakukannya remunerasi. Dengan diberlakukannya sistem remunerasi oleh Menteri Keuangan, gaji PNS di lingkungan Ditjen Pajak jadi berlipat-lipat.[ims]

 
x