Jumat, 31 Oktober 2014 | 06:35 WIB
Follow Us: Facebook twitter
'Kok Menkeu Tak Remunerasi Gaji TNI, Polri, Guru'
Headline
Indria Samega - inilah.com
Oleh: kawiyan
nasional - Minggu, 4 April 2010 | 06:19 WIB
Berita Terkait
INILAH.COM, Jakarta - Kebijakan remunerasi gaji para pegawai pajak, berpotensi menimbulkan kecemburuan di kalangan aparat negara. Terutama bagi prajurit TNI, Polri dan guru.

"Gaji mereka untuk hidup sehar-hari saja tidak cukup, apalagi untuk membeli rumah atau menyekolahkan anak-anak," ujar pengamat militer, Indria Samego, kepada INILAH.COM, Minggu (4/4).

Sebagai contoh, seorang anggota TNI dengan pangkat Prajurit Dua memperoleh gaji pokok Rp 1.100.000/bulan. Ditambah tunjangan, beras dan lauk-pauk sebesar Rp 229.490/bulan.

Sedangkan anggota dengan pangkat Kapten dan sudah mengabdi 24 tahun di Kodam Jaya, mendapat gaji total Rp 4.020.000/bulan. Gaji tersebut sudah termasuk tunjangan dan lauk-pauk.

"Kami berharap agar rencana pemerintah menaikkan gaji PNS, anggota Polri dan TNI segera terwujud," ujar seorang anggota TNI berpangkat Kapten.

Para anggota TNI ini bekerja selama 24 jam dan tinggal di asrama. "Tapi kami happy mas, nikmati saja apa adanya," tambah anggota yang lain.

Indria menambahkan, sejak fungsi sosial-politik TNI dihilangkan praktis aktivitas prajurit TNI hanya menyangkut pertahanan dan keamanan. Jadi, peluang mereka melakukan aktivitas yang berdampak ekonomi sudah tertutup.

Indira mengakui gaji pegawai negeri sipil (PNS) pada umumnya masih rendah. Hanya PNS di lingkungan kantor pajak yang tinggi menyusul diberlakukannya remunerasi. Dengan diberlakukannya sistem remunerasi oleh Menteri Keuangan, gaji PNS di lingkungan Ditjen Pajak jadi berlipat-lipat.[ims]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
14 Komentar
Sonny
Sabtu, 3 Desember 2011 | 21:02 WIB
Boro-boro mas...mau dinaikkan..wong ! udah 6 bulan kami juga kagak dapet...giman kerja mau becus kalo perut laper...
EFAN
Sabtu, 1 Januari 2011 | 11:10 WIB
kapan prajurit terima rapelan remonerasi
maman
Kamis, 21 Oktober 2010 | 12:51 WIB
sungguh kasian nasip qta...tgs berat dilapangan..tglkan istri dan anak..istri slalu berdoa agartidak terjadi apa2 dgn qta yg bertugas..krna jiwa dan raga di abdikan untuk kedamain negara tercinta ini..lihat saja beberapa korban anggota tni dan polri saat tgs..kapan qta akan di sejatrakan ole negara sedangkan mereka yg di remonerasikan hanya kebanyakan duduk di kursi empuk ber ase resiko dalam tgs dan keselamatan jiwa pun aman..na qta coba lihat lah bawahan2 abdi negara ini kasihan karna janji dan janji..bulandepan..ngak perna ada...ngomong doang..malahan karna dgr remonerasi mau turun utang qta di bank semankin bengkak...boro2 dapat remunerasi..tapi tetap tetap qta haris mengapdi dgn tulus yntuk negara ini biarlah mereka pasti akan dapat ganjaran yg setimpal
Iwan
Selasa, 21 September 2010 | 09:57 WIB
Anggota TNI /POLRI, sudah cape dengan janji-janji petinggi mereka dengan remonerasi, silahkan lihat sendiri kehidupan prajurit golongan bawah yg harus menyisihkan gaji untuk mengontrak rumah yg sangat mahal dan bandingkan dengan kehidupan para petingginya yg mewah, kelihatan timpang sekali. padahal beda gajinya tidak terlalu signifikan. Kenapa mereka tidak merespon hal tsb dg menyetujui remonerasi
Heru
Senin, 13 September 2010 | 06:44 WIB
Dunia memang tidak adil... Tunggu azab dari Allah Swt. Ingat para pemimpin, semuanya akan dipertanggungjawabkan di Akherat nanti...
Kebo
Jumat, 3 September 2010 | 13:03 WIB
Betul pak Indria anda lebih pintar daripada pejabat yang menjabat tp tdk mengerti tentang bawahanya... mereka tidak ada rasa kejuangan yang bisa menimbulakn Rahmatan Lilallamin di dalam hidupnya, gaji kenaikan gaji yg 10 % adalah wajar tp tdk bisa mengejar inflasi, kenaikan harga sembako, kenaikan TDL, dan barang-barang yang mulai merangkak naik. tlng di gunakan logika dan pikiran yang jenih. bukan pikiran picik untuk dirinya sendiri.
BULAN
Sabtu, 26 Juni 2010 | 13:14 WIB
Remunerasi " mimpi kaleey Yeee"...udah kenyang kok makan isu remnerasi...klo gak niat gak usah ngasih harapan deh!!!!!
anggi vanbasten
Kamis, 17 Juni 2010 | 15:50 WIB
kamu tau gk aku sampai terbawa mimpi karena remunerasi ini .... jadi bukalah pintu hati anda untuk mencairkan remunerasi tni ini sekian terimakisih ..... (^_^)
aleq
Senin, 17 Mei 2010 | 22:03 WIB
Betul Itu.... Kasihan Bagi Para Anggota TNI/POLRI... Mereka hanya di iming-imingi Remunerasi.... tp belum ada realisasinya.... Mereka sudah jenuh dengan isu remunerasi..... yang mereka butuhkan bukan Janji Tapi kenyataan... Mereka Berjuang demi siapa ?... kan ya demi Negara Ini... kok malah yang kesejahteraannya Di penuhi kok malah yang kerja di Kantoran... Perpajakan Mobil Dah Bagus-bagus,... masih di tambah Mobil dinas yang WAH...... Mohon Di tindak lanjuti....... TERIMAKASIH>>>>>>>
Serdadu Ali Oncom
Senin, 17 Mei 2010 | 20:55 WIB
Kalau remunerasi enggak turun semua pejabat tak tembak , jendral2 tak tembak, komandan2 macam2 tak tembak biar masuk api neraka semuanya .
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER