Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 1 Maret 2015 | 02:15 WIB
Hide Ads

'Kok Menkeu Tak Remunerasi Gaji TNI, Polri, Guru'

Oleh : Kawiyan | Minggu, 4 April 2010 | 06:19 WIB

Berita Terkait

'Kok Menkeu Tak Remunerasi Gaji TNI, Polri, Guru'
Indria Samega - inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Kebijakan remunerasi gaji para pegawai pajak, berpotensi menimbulkan kecemburuan di kalangan aparat negara. Terutama bagi prajurit TNI, Polri dan guru. "Gaji mereka untuk hidup sehar-hari saja tidak cukup, apalagi untuk membeli rumah atau menyekolahkan anak-anak," ujar pengamat militer, Indria Samego, kepada INILAH.COM, Minggu (4/4).Sebagai contoh, seorang anggota TNI dengan pangkat Prajurit Dua memperoleh gaji pokok Rp 1.100.000/bulan. Ditambah tunjangan, beras dan lauk-pauk sebesar Rp 229.490/bulan.Sedangkan anggota dengan pangkat Kapten dan sudah mengabdi 24 tahun di Kodam Jaya, mendapat gaji total Rp 4.020.000/bulan. Gaji tersebut sudah termasuk tunjangan dan lauk-pauk. "Kami berharap agar rencana pemerintah menaikkan gaji PNS, anggota Polri dan TNI segera terwujud," ujar seorang anggota TNI berpangkat Kapten. Para anggota TNI ini bekerja selama 24 jam dan tinggal di asrama. "Tapi kami happy mas, nikmati saja apa adanya," tambah anggota yang lain.Indria menambahkan, sejak fungsi sosial-politik TNI dihilangkan praktis aktivitas prajurit TNI hanya menyangkut pertahanan dan keamanan. Jadi, peluang mereka melakukan aktivitas yang berdampak ekonomi sudah tertutup. Indira mengakui gaji pegawai negeri sipil (PNS) pada umumnya masih rendah. Hanya PNS di lingkungan kantor pajak yang tinggi menyusul diberlakukannya remunerasi. Dengan diberlakukannya sistem remunerasi oleh Menteri Keuangan, gaji PNS di lingkungan Ditjen Pajak jadi berlipat-lipat.[ims]

14 Komentar

Image Komentar
SONNY - Sabtu, 3 Desember 2011 | 21:02 WIB
Boro-boro mas...mau dinaikkan..wong ! udah 6 bulan kami juga kagak dapet...giman kerja mau becus kalo perut laper...
Image Komentar
EFAN - Sabtu, 1 Januari 2011 | 11:10 WIB
Kapan prajurit terima rapelan remonerasi
Image Komentar
MAMAN - Kamis, 21 Oktober 2010 | 12:51 WIB
Sungguh kasian nasip qta...tgs berat dilapangan..tglkan istri dan anak..istri slalu berdoa agartidak terjadi apa2 dgn qta yg bertugas..krna jiwa dan raga di abdikan untuk kedamain negara tercinta ini..lihat saja beberapa korban anggota tni dan polri saat tgs..kapan qta akan di sejatrakan ole negara sedangkan mereka yg di remonerasikan hanya kebanyakan duduk di kursi empuk ber ase resiko dalam tgs dan keselamatan jiwa pun aman..na qta coba lihat lah bawahan2 abdi negara ini kasihan karna janji dan janji..bulandepan..ngak perna ada...ngomong doang..malahan karna dgr remonerasi mau turun utang qta di bank semankin bengkak...boro2 dapat remunerasi..tapi tetap tetap qta haris mengapdi dgn tulus yntuk negara ini biarlah mereka pasti akan dapat ganjaran yg setimpal
Image Komentar
IWAN - Selasa, 21 September 2010 | 09:57 WIB
Anggota tni /polri, sudah cape dengan janji-janji petinggi mereka dengan remonerasi, silahkan lihat sendiri kehidupan prajurit golongan bawah yg harus menyisihkan gaji untuk mengontrak rumah yg sangat mahal dan bandingkan dengan kehidupan para petingginya yg mewah, kelihatan timpang sekali. padahal beda gajinya tidak terlalu signifikan. kenapa mereka tidak merespon hal tsb dg menyetujui remonerasi
Image Komentar
HERU - Senin, 13 September 2010 | 06:44 WIB
Dunia memang tidak adil... tunggu azab dari allah swt. ingat para pemimpin, semuanya akan dipertanggungjawabkan di akherat nanti...

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.