Jumat, 28 November 2014 | 07:01 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Inilah Pasal Penting dan Denda UU Lalu Lintas
Headline
istimewa
Oleh:
nasional - Kamis, 1 April 2010 | 09:15 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Undang-undang Lalu Lintas Angkutan Jalan (UULLAJ) Nomor 22 Tahun 2009 sudah diundangkan dan mulai hari ini diterapkan oleh Polri.

Untuk itu sosialisasi terus dilakukan termasuk pasal-pasal mana saja yang penting diketahui oleh pengendara. Inilah pasal yang penting diketahui masyarakat luas seperti dilansir dari TMC Polda Metro Jaya.

1. Setiap Orang
Mengakibatkan gangguan pada : fungsi rambu lalu lintas, marka jalan, alat pemberi isyarat lalu lintas fasilitas pejalan kaki, dan alat pengaman pengguna jalan.
Pasal 275 ayat (1) jo pasal 28 ayat (2)
Denda : Rp 250.000

2. Setiap Pengguna Jalan
Tidak mematui perintah yang diberikan petugas Polri sebagaimana dimaksud dalam pasal 104 ayat ( 3 ), yaitu dalam keadaan tertentu untuk ketertiban dan kelancaran lalu lintas wajib untuk : Berhenti, jalan terus, mempercepat, memperlambat, dan / atau mengalihkan arus kendaraan.
Pasal 282 jo Pasal 104 ayat (3)
Denda : Rp 250.000

3. Setiap Pengemudi
a. Tidak bawa SIM
Tidak dapat menunjukkan Surat Ijin Mengemudi yang Sah
Pasal 288 ayat (2) jo Pasal 106 ayat (5) hrf b.
Denda : Rp 250.000

b. Tidak memiliki SIM
Mengemudikan kendaraan bermotor di jalan,tidak memiliki Surat Izin Mengemudi
Pasal 281 jo Pasal 77 ayat (1)
Denda : Rp 1.000.000

c. STNK / STCK tidak Sah
Kendaraan Bermotor tidak dilengkapi dengan STNK atau STCK yang ditetapkan oleh Polri.
Psl 288 ayat (1) jo Psl 106 ayat (5) huruf a.
Denda : Rp 500.000

d. TNKB tidak Sah
Kendaraan Bermotor tidak dipasangi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Polri.
Pasal 280 jo pasal 68 ayat (1)
Denda : Rp 500.000

e. Perlengkapan yang dapat membahayakan keselamatan.
Kendaraan bermotor di jalan dipasangi perlengkapan yang dapat menganggu keselamatan berlalu lintas antara lain ; bumper tanduk dan lampu menyilaukan.
Pasal 279 jo Pasal 58
Denda : Rp 500.000

f. Sabuk Keselamatan
Tidak mengenakan Sabuk Keselamatan
Psl 289 jo Psl 106 Ayat (6)
Denda : Rp 250.000

g. lampu utama malam hari
Tanpa menyalakan lampu utama pada malam hari dan kondisi tertentu.
Pasal 293 ayat (1)jo pasal 107 ayat (1)
Denda : Rp 250.000

h. Cara penggandengan dan penempelan dengan kendaraan lain
Melanggar aturan tata cara penggandengan dan penempelan dengan kendaraan lain Pasal 287 ayat (6) jo pasal 106 (4) hrf h
Denda : Rp 250.000

i. Ranmor Tanpa Rumah-rumah
Selain sepeda motor, mengemudikan kendaraan yang tidak dilengkapi dengan rumah rumah, tidak mengenakan sabuk keselamatan dan tidak mengenakan Helm.
Pasal 290 jo Pasal 106 (7).
Denda : Rp 250.000

j. Gerakan lalu lintas
Melanggar aturan gerakan lalu litas atau tata cara berhenti dan parkir
Pasal 287 ayat (3) jo Pasal 106 ayat (4) e
Denda : Rp 250.000

k. Kecepatan Maksimum dan minimum
Melanggar aturan Batas Kecepatan paling Tinggi atau Paling Rendah
Psl 287 ayat(5) jo Psl 106 ayat (4) hrf (g) atau psl 115 hrf (a)
Denda : Rp 500.000

l. Membelok atau berbalik arah
Tidak memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat tangan saat akan membelok atau berbalik arah. Pasal 294 jo pasal 112 (1).
Denda : Rp 250.000

m. Berpindah lajur atau bergerak ke samping
Tidak memberikan isyarat saat akan berpindah lajur atau bergerak kesamping.
Pasal 295 jo pasal 112 ayat (2)
Denda : Rp 250.000

n. Melanggar Rambu atau
Marka Melanggar aturan Perintah atau larangan yang dinyatakan dengan Rambu lalu lintas atau Marka
Psl 287 ayat(1) jo psl 106(4) hrf (a) dan Psl 106 ayat(4) hrf (b)
Denda : Rp 500.000

o.Melanggar Apill ( TL )
Melanggar aturan Perintah atau larangan yang dinyatakan dengan alat pemberi isyarat Lalu Lintas. Psl 287 ayat (2) jo psl 106(4) hrf (c)
Denda : Rp 500.000

p.Mengemudi tidak Wajar
- Melakukan kegiatan lain saat mengemudi
-Dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan
Pasal 283 jo pasal 106 (1).
Denda : Rp 750.000

q.Diperlintasan Kereta Api
Mengemudikan Kendaran bermotor pada perlintasan antara kereta api dan jalan, tidak berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, Palang Pintu Kereta Api sudah mulai ditutup, dan / atau ada isyarat lain.
Pasal 296 jo pasal 114 hrf (a)
Denda : Rp 750.000

r. Berhenti dalam Keadaan darurat.
Tidak Memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya atau isyarat lain pada saat berhenti atau parkir dalam keadaan darurat dijalan.
Pasal 298 jo psl 121 ayat (1)
Denda : Rp 500.000. [wdh]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
64 Komentar
mamii didho
Kamis, 24 Mei 2012 | 10:48 WIB
saya kemaren kena tilanq,lalu sy meminta surat tilang warna biru tetapi polisi itu tdk memberikan dan saya jg tidak mau tanda tangan,waktu itu sy lg buru2 stnk saya diambil krna melanggar pasal 280,ke esokan harinya saya mau ambil stnk sy tp kt polisinya saya disuruh sidang,bagaimana sebaiknya? saya kan cuma minta surat tilang biru ko malah diprsulit begini, bukan kah polisi itu mengayomi masyarakat tp kenapa malah memeras masyarakat?
Yan gi
Rabu, 23 Mei 2012 | 08:08 WIB
Klo masyarakat yg salah polisi tilang tanpa kebijakan tpi kenyataan yg paling banyak melanggar aparat sendiri, coba aja prosestase bukan kuantitas, jadi yg nilang yg suka menilang siapa ??
lee
Rabu, 28 Maret 2012 | 15:04 WIB
saya di tilang tepat di lampu merah karena saya sedikit maju ke depan sebab di samping kiri ada truk besar yg mau lewat di jalur kiri,saat itu saya sedikit maju ke depan,pas saat itu saya di tilang,cuman saya lupa bawa stnk,namun ga berapa lama sodara saya antar stnknya,lalu saya di kenai pasal 288,padahal surat saya diantar di tkp,gimana tu gan??
galih
Senin, 20 Februari 2012 | 23:32 WIB
saya cuma mau memberi info, kepada temann teman yang bingung soal surat tilang biru..surat tilang itu masih berlaku dan pasti terus berlaku..jika ada polisi yang marah waktu diminta, atau bilang sudah tidak ada,branikan diri untuk minta foto wajahnya, serta catat nama'a, sebagai bukti penipuan..saya jamin polisi itu akan salah tingkah..kita bisa lapor atau publikasikan di media lokal atas penipuan publik, yang jelas bisa di proses secara hukum..terima kasih..
sally
Senin, 20 Februari 2012 | 13:34 WIB
pas jalan lg macet, ujung sepatu sy pernah nggak sengaja menyenggol mobil suzukuigrand apv milik polisi yang bernama bpk. KAMSI, sungguh itu tidak sengaja... tidak ada goresan sedikitpun apalagi mobil penyok2.. mobil.bapak kamsi masih mulus, sebelumnya sy tidak tau, kalau mobil yg sy senggol dg ujung sepatu sy adalah mobil polisi, karena mobil masih mulus, dengan niat tulus sy n suami pun menghampiri ke depan dan minta maaf.. apa yang terjadi, bapak polisi itu dg semena-mene menyodorkan rokoknya ke wajah suami saya, sim suami pun langsung diambil,dy memerintahkan kami untuk minggir, setelah minggir, masih dengan tampang marah, bapak itu menunjuk-nunjuk wajah suami saya, saya sungguh tidak tega melihat suami sy diperlakukan seperti itu, sy pun menangis, dan momehon maaf pada bapak polisi itu, "pak saya yg nyenggol pake ujung sepatu, mobil bapak nggak ada lecet n goresan" dengan suara terisak-terisak... Mungkin karena tidak tega melihat sy menangis, akhirnya polisi itu berhenti ngomel sama suami sya,tapi sungguh itu merupakan kejadian yang membuat sya semakin tidak bisa percaya kepada aparat kita... bukanyya membuat damai, tapi malah semena-mena
tuyul
Sabtu, 18 Februari 2012 | 13:52 WIB
gimana klo barter yuridiksi antar 2 instansi pemerintah, POL PP barter ma polisi. POL PP gantian nilang masyarakat, polisi gantian ngobrak PK5 and ngejar2 bencong lage mangkal, lucu ga tuh? sudah jengah masyarakat ama sikap pongah aparatur negara ini.
kuli kecil
Sabtu, 18 Februari 2012 | 12:20 WIB
ane pernah ketilang di perempatan keluar TOL Cibitung, dari arah cikarang ke bekasi, disisi yg gak ada lampu merahnya, posisi ane paling depan, yg belakang udah berisik tantin-tantin saking udah lama gak dikasih jalan ama polisi, yaudah ane sodok dikit2...eh pas nyebrang spakbor depan ane ditendang terus helm ane di keplak, ane sendirian sebab motor yang kiri kanan mundur lagi karena. tapi gak harus kekerasan gitu kali caranya...proses tilang, tapi pas waktunya sidang dikejaksaan ternyata berkas ane gak ada, ane disuruh balik lagi ke pos polisinye...ane najis balik lagi, ujung2nye duit bakalan masuk kantong pribadinye...makan tuh SIM ane
taufik
Jumat, 6 Januari 2012 | 18:55 WIB
kalau berhenti/mengerem mendadak di tikungan dan akhirnya di tabrak dari belakang terjerat pasal berapa?
agam maulana
Kamis, 5 Januari 2012 | 10:26 WIB
mau bayar di sini apa dipengadilan heheheheheheh
anti aparat
Jumat, 25 November 2011 | 08:28 WIB
kalau kalian wajar,ditilang krn melanggar lmpu lalu lintas,,lha saya ditilang dijalur lambat yg semestinya dijalur itu kan ada toleransi,dan anehnya saya diposisi arah yg bnr,mungkin krn plat mtr saya luar kota shhg aparat bangsat tsb ngotot mau malak saya dg berlindung dibalik surat tilang.MANA KEADILAN DINEGARA INI????? MUNGKIN SAATNYA RAKYAT HRS ANGKAT SENJATA MEMBASMI APARAT2 BUSUK.KUSUSNYA SATPOLLAMTAS DI KOTA KLATEN
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER