Kamis, 18 September 2014 | 04:37 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Di Balik Opsi A dan C di Pansus Bank Century
Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: R Ferdian Andi R
nasional - Selasa, 2 Maret 2010 | 16:09 WIB
Berita Terkait
INILAH.COM, Jakarta Pansus Hak Angket Bank Century akhirnya memutuskan dua opsi yang lebih dikenal dengan opsi A dan opsi C. Bukan persoalan mudah bila akhirnya pansus bersepakat memilih dua opsi itu. Nuansa intrik dan adu strategi tampak jelas dalam penentuan kedua opsi itu.

Pertama kali muncul istilah opsi kesimpulan saat Tim Perumus yang dipimpin Mahfudz Siddiq hampir selama lima hari dari Kamis (25/2) pekan lalu hingga Senin (1/3) malam. Hingga Senin (1/3) sore, opsi kesimpulan masih terdapat tiga opsi; opsi A, kebijakan dan pelaksanaan FPJP dan PMS tidak ada masalah; opsi B, kebijakan FPJP dan PMS tidak ada masalah, namun pelaksanaan bermasalah. Sedangkan opsi C, kebijakan dan pelaksanaan FPJP dan PMS bermasalah.

Ketiga opsi itu hingga sehari menjelang pengambilan kesimpulan di sidang paripurna masih terjadi tarik ulur antarafraksi di Pansus Century. Saat rapat pleno internal Pansus Century Senin (1/3) sore, Pansus Century belum bisa memutuskan opsi mana yang dipakai dari tiga opsi tersebut. Akhirnya sekitar pukul 18.30, rapat pleno Pansus Century diskors hingga pukul 22.00.

Saat skors diambil oleh Pansus Century, sebenarnya sudah tampak mengerucut fraksi-fraksi untuk memilih dua opsi. "Kecedendrungannya akan dipilih opsi A dan opsi C. Harapannya hanya satu opsi," ujar anggota Pansus Bank Century dari FPPP Muhammad Romahurmuziy.

Saat rapat pleno pansus diskors, Tim Perumus kembali ditugaskan membahas kembali rumusan kesimpulan dan rekomendasi hingga pukul 21.00. Tujuannya agar dalam sidang paripurna tidak ada lagi perdebatan di internal pansus. Karena saat di sidang paripurna yang dibawa adalah suara pansus, bukan fraksi per fraksi.

Nah, saat skors sidang pleno paripurna inilah, adu strategi dan taktik diadu. Karena skors sidang pleno bukanlah skors biasa. Aura politis cukup kental dalam skors sidang pleno pansus Century tersebut. "Demokrat biar tahu rasa kita kerjain, malam ini kan mereka bertemu dengan Ketua Dewan Pembina," ujar seorang anggota pansus dari salah satu partai besar di parlemen kepada rekan sefraksinya di sela-sela salat Maghrib di gedung DPR, Jakarta, Senin (1/3).

Memang Senin (1/3) malam Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengumpulkan seluruh anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI di kediaman pribadi, di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat. "Ya untuk konsolidasi internal," ujar Ketua FPD Anas Urbaningrum ketika dikonfirmasi perihal pertemuan Senin (1/3) malam.

Setelah skors dicabut oleh pimpinan sidang, tepat pukul 22.00 atau 12 jam menjelang rapat paripurna, rapat internal Pansus Century kembali rapat untuk memutuskan opsi yang akan diambil oleh pansus. Dalam rapat itu perdebatan tetap saja terus terjadi. Setidaknya, rapat pleno Pansus Bank Century terkait opsi kesimpulan dan rekomendasi berakhir sekitar pukul 00.30 Selasa (2/3) dini hari.

Memang tampak normal rapat Pansus Bank Century tentang opsi kesimpulan dan rekomendasi hingga dini hari. Karena memang, rapat pansus hingga dini hari bukan kali pertama ini saja. Namun, momentum rapat hingga dini hari di saat menjelang paripurna menjadi tak wajar.

Menurut seorang satu anggota Pansus Bank Century yang enggan disebutkan namanya menegaskan, rapat hingga dini hari terkait opsi A dan C memang didesain. "Itu sengaja kita lakukan, ya buying time. Agar Partai Demokrat tak melakukan sejumlah tekanan ke partai koalisi jelang Sidang Paripurna," ujar politisi yang tergabung dengan koalisi SBY-Boediono ini.

Upaya itu tampaknya memang cukup berhasil. Setidaknya opsi A dan C pada akhirnya dipilih oleh Pansus Century untuk dibawa ke sidang paripurna DPR. Kedua opsi ini bukanlah opsi biasa saja. Karena dua opsi ini saling diamteral satu dengan lainnya. Karena dengan dua opsi ini pulalah, dapat dengan mudah publik memetakan sikap fraksi yang konsisten dan fraksi yang berbelok.

Jika memakai format opsi A dan C, bisa jadi peta kekuatan antara pro bailout dan kontra bailout dapat dengan mudah dilihat. Setidaknya, fraksi yang memilih opsi A terdiri dari FPD, FPKB, dan FPAN. Sedangkan fraksi yang memilih opsi C yaitu FPG, FPDIP, FPKS, FPAN, F Gerindra, dan F Hanura.
Sekadar diketahui di opsi C, di poin kesimpulan poin tiga, terdapat matrik yang menyebutkan nama-nama dan pihak yang bertanggungjawab di setiap tema yang telah dibahas oleh Pansus Bank Century. Kondisi ini jelas menunjukkan kelas mana partai yang makan asam garam dan mana partai yang berbau kencur. Karena tak bisa dipungkiri, Partai Golkar memiliki andil yang dominan terkait opsi dan skenario Pansus Bank Century. [mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
raspati wardhana
Selasa, 2 Maret 2010 | 20:14 WIB
sri mulyani 'n budiono begundal liberal, hancurkan kapitalime "ganti sistem 'n ganti rezim"
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER