Selasa, 23 September 2014 | 09:18 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Inilah Tata Cara Pemilihan & Pelantikan Wapres (II)
Headline
inilah.com/Agus Priatna
Oleh: Dwifantya Aquina
nasional - Selasa, 2 Maret 2010 | 08:41 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Rancangan keputusan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) tentang peraturan tata tertib MPR RI yang dikemukakan di Gedung DPR, Senin (1/3), telah disahkan.

Berikut (lanjutan) tata cara pemilihan dan pelantikan Wakil Presiden dalam hal terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden:

Pasal 112, (10) Dalam hal laporan hasil kerja Tim verifikasi menyatakan bahwa syarat-syarat dari salah satu atau 2 (dua) calon Wakil Presiden yang diusulkan Presiden belum lengkap, Pimpinan MPR menyampaikan surat pemberitahuan kepada Presiden untuk memperbaiki dan/atau melengkapi dalam waktu paling lambat 4 (empat) hari sebelum Sidang Paripurna MPR sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diselenggarakan.

(11) Dalam hal syarat-syarat dinyatakan belum lengkap sebagaimana dimaksud pada ayat (10) maka pimpinan MPR dapat memperpanjang masa kerja Tim Verifikasi sampai dengan 1x24 (satu kali dua puluh empat) jam sebelum Sidang Paripurna sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diselenggarakan.

(12) Dalam hal syarat-syarat masih dinyatakan belum lengkap setelah masa kerja Tim Verifikasi diperpanjang sebagaimana dimaksud pada ayat (11) maka PimpinanMPR dapat mengundang Rapat Gabungan untuk menunda penyelenggaraan Sidang Paripurna sebagaimana dimaksud pada ayat (2)

(13) Penundaan penyelenggaraan Sidang Paripurna sebagaiman dimaksud pada ayat (12) tidak melebihi batas waktu 60 (enam puluh) hari sebagaimana dimaksud pada ayat (1)

(14) Pimpinan MPR menetapkan 2 (dua ) calon Wakil Presiden yang diusulkan oleh Presiden sebagaimana dimaksud pada ayat (6) menjadi Calon Wakil Presiden yang telah memenuhi persyaratan untuk dipilih berdasarkan laporan hasil kerja Tim Verifikasi.

(15) 2 (dua) calon Wakil Presiden sebagaimana dimaksud pada ayat (14) wajib menyampaikan pernyataan kesiapan pencalonan dalam Sidang Paripurna MPR sebelum dilakukan pemilihan. (16) Calon Wakil Presiden yang memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan di Sidang Paripurna MPR ditetapkan sebagai Wakil Presiden

(17) Dalam hal suara yang diperoleh tiap-tiap calon sama banyak, pemilihan diulang untuk 1 (satu) kali lagi. (18) Dalam hal pemilihan sebagaimana dimaksud pada ayat (17) hasilnya tetap sama, Presiden memilih salah satu di antara calon Wakil Presiden. [bersambung/bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER