Kamis, 23 Oktober 2014 | 18:42 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Pandangan F-PKS Terhadap Kasus Century (3)
Surat Berharga yang Busuk
Headline
inilah.com
Oleh:
nasional - Rabu, 24 Februari 2010 | 06:24 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Inilah pandangan akhir-mini Fraksi Partai Keadilan Sejahter terhadap Hasil-hasil pemeriksaan Pansus Angket DPR tentang pengusutan kasus Bank Century. Disampaikan oleh Andi Rahmat, bagian 3:

Setelah merger menjadi Bank Century, terus terjadi berbagai praktik-praktik tidak sehat dan pelanggaran-pelanggaran oleh pengurus bank, pemegang saham dan pihak terkait sepanjang 2005-2008 yang merugikan Bank Century sekurang-kurangnya Rp 6,6 triliun, yang kemudian akhirnya ditutup dengan dana PMS dari LPS pasca bailout Bank Century.

BI tidak bertindak tegas terhadap pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan Bank Century selama 2005-2008, terutama dengan membiarkan rekayasa akuntansi terkait penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) sehingga seolah-olah Bank Century masih memenuhi ketentuan CAR.

Berbagai pelanggaran tesebut, yang terjadi secara simultan dan berkesinambungan, dapat dipandang sebagai usaha untuk mempertahankan praktik-praktik tidak sehat yang berlangsung di dalam Bank Century. BI juga terus memberikan liniensi walau berbagai komitmen tidak pernah dipenuhi Bank Century.

Bentuk liniensi ini antara lain berupa pemberian kesempatan kepada pemegang saham untuk mengubah struktur kepemilikan, membiarkan pemegang saham mengontrol pergerakan Surat-surat Berharga (SSB), accounting engineering, untuk kemudian disahkan oleh BI.

Upaya ini pada akhirnya mengalami kebuntuan saat memasuki tahun 2008, dimana terdapat SSB senilai US$ 160 juta akan jatuh tempo yang menciptakan lubang besar di dalam Bank Century.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa dalam periode akuisisi dan merger s/d menjelang pemberian FPJP ini terdapat berbagai dugaan penyimpangan sebagai berikut:

1. Ketidakwajaran, kejanggalan dan bahkan patut diduga adanya penyimpangan dalam proses akuisisi dan merger, yang melibatkan para pemegang saham pengendali, pengurus bank dan pejabat BI yang terkait.

2. Penyimpangan dalam pengelolaan Bank Century yang dilakukan oleh PSP dan pengurus bank, berakibat memburuknya kondisi bank berupa memburuknya likuiditas, rentabilitas dan solvabilitas, yang antara lain berupa:

a. Surat berharga yang buruk (busuk) dan disalahgunakan oleh pemilik dan pengurus lama lebih kurang sebesar Rp 3.980,55 miliar.

b. Penerbitan L/C fiktif yang akhirnya tidak dibayar lebih kurang sebesar Rp 1.774,83 miliar.

c. Kredit yang diberikan dengan kualitas sangat buruk dan sebagian fiktif yang berakibat pada pembebanan PPAP (Pencadangan Aktiva Produktif) lebih kurang sebesar Rp 1.257,22 miliar.

d. Aset yang diambilalih dengan kualitas sangat buruk lebih kurang sebesar Rp 253,89 miliar.

e. Penggelapan dana valas yang dilakukan Dewi Tantular lebih kurang sebesar USD 18 juta.

f. Adanya biaya overhead fiktif sebesar lebih kurang Rp 200 miliar.

Seluruh dugaan penyimpangan tesebut pada akhirnya menjadi beban kerugian Bank Century per tanggal 31 Desember 2008 sesuai hasil audit auditor independen.

3. Pengawasan BI terhadap Bank Century yang diindikasikan bermasalah.[bersambung]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER