Rabu, 23 Juli 2014 | 12:45 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Bendera Tantang SBY Perang Terbuka
Headline
Acil Lagoa - istimewa
Oleh: Fidela Hasworini
nasional - Senin, 15 Februari 2010 | 17:08 WIB
Berita Terkait
INILAH.COM, Jakarta - LSM Bendera memberikan waktu 10 hari kepada Kepolisian untuk melakukan pemeriksaan atas adanya dugaan muatan politis dalam penyerangan posko bendera. Jika dalam tenggang waktu tersebut kepolisian tidak mampu mengungkap adanya fakta keterlibatan 'orang' SBY, maka Bendera menyatakan siap melawan SBY.

"Kami siap melakukan perang terbuka dengan SBY jika dalam 10 hari kepolisian tidak mampu mengungkap fakta adanya muatan politis dalam penyerangan ini," ujar sekretaris Bendera Acil Lagoa, di kantornya, Jakarta, Selasa (15/2).

Ia sangat meyakini dugaan keterlibatan SBY dalam penyerangan tersebut. Menurut Acil indikasi ini terlihat dari kesamaan modus penyerangan markas PDIP pada tahun 1996 yang juga diduga dilakukan SBY saat menjabat sebagai Kepala Staf Daerah Militer Kodam Jaya (Kasdam) TNI.

"Peristiwa penyerangan ini mirip dengan tahun 96 pada markas PDIP. Yang waktu itu SBY juga sebagai Kasdam, cara penyerangannya juga sama. Yakni pada tengah malam. Modus operandinya juga. Yang patut diduga SBY sebagai otak pelaku penyerangan ini," tuturnya.

Di lain pihak, Ketua tim pencari fakta penyerangan posko bendera Thamrin Barubu menegaskan Bendera akan melakukan konsolidasi untuk 'perang terbuka' tersebut. Yakni dengan gerakan massa jika polisi tidak mampu mengungkap adanya motif politik dibalik penyerangan posko Bendera

"Bendera akan semakin mengutkan barisan untuk mempertajam konsolidasi. Kita akan melawan dengan gerakan. Mau tidak mau, suka tidak suka kita akan perang terbuka," tandas Thamrin. [jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
3 Komentar
sumardi
Selasa, 16 Februari 2010 | 08:57 WIB
wah...rupanya sakit hati menahun juga ya bendera ini, kok gak bisa melihat negara ini tenang, dia yg memfitnah memfitnah sby dan keluarganya, dipanggil polisi gak datang, padahal mau diklarifikasi, eh..sekarang ngancam lagi...coba aja anarkis, ada yg beli lah...kpd polisi/penegak hukum diminta tegas dan tangkap kepada oknum yg mengancam tsb...
rsultoni
Senin, 15 Februari 2010 | 21:09 WIB
bendera yg ini baunya busuk sekali ya, siapa sih buang bangkai bendera sembarangan, pastilah kelakuan orang yg gak tau sopan santun, pendendam, cengeng dan tdk intelek (bc : bodoh ngaku pinter)
seno
Senin, 15 Februari 2010 | 17:23 WIB
LSM miskin, mo cari nama, hahahaha geliiii
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER