Selasa, 16 September 2014 | 16:22 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Poligami di Kalangan Politisi PKS (1)
PKS, Syahwat, dan Poligami
Headline
Tifatul Sembiring - iPhA/Abdul Rauf
Oleh: Ahluwalia
nasional - Rabu, 28 Mei 2008 | 15:49 WIB
INILAH.COM Soal syahwat menjadi garam yang bisa mengasinkan panggung politik. Menariknya, ihwal ini sempat meramaikan PKS. Banyaknya politisi partai yang poligami menjadi sorotan publik.
Soal syahwat (silahkan baca sebagai seks), bukan hal aneh lagi di percaturan politik. Tingkat popularitas Bill Clinton saat menjadi Presiden AS pernah jatuh karena dia 'menyentuh' pekerja Gedung Putih, Monica Legwinsky. Atau, Eliot Spitzer, Walikota New York, yang terpaksa mundur karena perselingkuhannya dengan PSK Ashley Alexandra Dupre terbongkar awal tahun ini.
Di Tanah Air, karier politik seseorang, juga bisa hancur karena soal syahwat. Masih ingat politisi Partai Golkar, Yahya Zaini, yang terpaksa meninggalkan Gedung DPR karena terbongkar berselingkuh dengan penyanyi dangdut papan bawah, Maria Eva.
Urusan syahwat juga (telah) menjalar di kalangan kader dan politisi PKS. Kelas perbuatannya tentu beda. Bukan dalam perselingkuhan, tetapi lebih banyak pada poligami.
Seorang mantan aktivis Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kepada INILAH.COM menyatakan ada beberapa alasan praktis atas politik syahwat di kalangan PKS yang pantas untuk diamati. Alasan-alasan ini, sejatinya, berada di luar ketertarikan sepasang anak manusia.
Pertama, poligami dilakukan kader dan politisi PKS untuk memperbanyak kader dan anak. Kedua, politisi PKS memang ditolerir untuk poligami karena jumlah perempuan lebih banyak dari lelaki. Ketiga, tabiat politisi PKS umumnya condong kepada poligami sebagai suatu kenikmatan, ketimbang selingkuh yang dianggap perbuatan setan.
Karena itu, banyak kader PKS yang kaget ketika Cahyadi Takariawan, seorang anggota Majelis Syura PKS yang disegani, menulis buku Bahagiakan Diri dengan Satu Istri. Buku terbitan Era Intermedia, Solo itu, telah dicetak hingga 10.000 eksemplar. Buku setebal 278 halaman itu mengupas sisi-sisi lain dari keluarga yang berpoligami.
Kini buku karya Ustadz Cahyadi itu mengubah paradigma umum di kalangan wanita PKS yang selama ini mendukung poligami. Kalau yang menulis orang luar atau orang yang sekuler, kalangan PKS tidak akan heran. Tapi, kali ini yang menulis adalah ustadz yang kredibilitasnya sangat diakui di Majelis Syura PKS.
Majelis syura adalah elemen tertinggi di partai yang berdiri sejak 1998 (awalnya bernama Partai Keadilan). Anggota majelis hanya 99 orang yang dipilih dari jutaan kader PKS di seluruh Indonesia.
Bahagiakan Diri dengan Satu Istri disambut gembira jutaan kader wanita PKS. Namun, sebaliknya, para kader pria yang sudah atau akan berpoligami bereaksi dengan keras.
Buku Cahyadi tak pelak memicu kontroversi yang panas. Sebab di kalangan PKS, para petingginya banyak yang poligami. Wakil Bendahara Umum DPP PKS Didin Amarudin, misalnya, beristri tiga. Akibat terbitnya buku itu, konon istri-istrinya menjadi gelisah.
Didin kepada pers pernah menyampaikan kisah sukses poligami dirinya. Istri pertama Didin dinikahi pada 1990. Lalu, istri kedua pada 2001. Terakhir, Didin menikahi akhwat (kader PKS) menjadi istri ketiga pada 2002.
Tifatul Sembiring, Presiden PKS kelahiran Bukittinggi, 46 tahun lalu, juga beristri dua. Sekretaris Jenderal PKS Anis Matta juga berpoligami. Bahkan, istri kedua Anis berkebangsaan asing, asal Hungaria. Zulkifliemansyah, anggota DPR PKS yang gagal jadi Gubernur Banten, juga dikabarkan sudah menikah lagi.
Para qiyadah (pimpinan) partai PKS gelisah karena buku itu dijadikan simbol perlawanan terhadap suami yang akan menikah lagi. Rupanya, buku yang menganjurkan lelaki memiliki satu istri itu menjadi antitesa bagi politisi PKS yang doyan poligami, sehingga ditarik dari peredaran. Walah. [Bersambung/I4]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
3 Komentar
muslimin
Sabtu, 25 Juni 2011 | 01:58 WIB
@arif : Justru ente yang ngawur, memang poligami diperbolehkan, tapi coba tanya bagaimana kata hati seorang istri yang suaminya berpoligami? trus gimana kalo anak or adik ente yang di poligami? nabi berpoligami beda dengan laki-laki sekarang, kalo emang mau ibadah dengan poligami, tuh banyak janda-janda tua yang miskin, kenapa malah milihnya yang muda-muda and cantik2 ?
Muslimah
Selasa, 7 Juni 2011 | 13:38 WIB
Saya seorang muslimah, tetapi saya sangat senang membaca buku karya Cahyadi Takariawan (Bahagiakan Diri dengan Satu Istri), ternyata masih ada orang yg mengerti agama mengerti juga tentang rasa kemanusiaan pada wanita. Nabi berpoligami dgn alasan yg dpt di terima akal. tetapi laki2 sekarang ,.,.,.Allah maha Besar.. setiap niat buruk pasti akan ada balasan.
arip
Rabu, 1 Juni 2011 | 00:38 WIB
orang yang jelas2 zinah didiemin aja kagak dikometarin macem2....ini yang menjalankan sunnah Rosul difitnah, dihujat,,, emang benar tanda2 kiamat sudah jelas.. yang benar disalahkan ..yang salah dibenarkan...
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER