Senin, 24 November 2014 | 12:00 WIB
Follow Us: Facebook twitter
KPK Panggil Syafruddin Temenggung
Oleh: Agus Priatna
nasional - Kamis, 8 Mei 2008 | 14:58 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa mantan Kepala BPPN Syafruddin Temenggung. Namun pemeriksaan kali ini hanya berlangsung 2 jam.

Syafruddin diperiksa sejak pukul 12.00 hingga pukul 14.00 WIB, Kamis (8/5). Syafruddin yang mengenakan kemeja putih lengan panjang menolak memberikan komentar seputar pemeriksaannya saat ditanya wartawan.

Namun saat dikonfirmasikan kepada Jubir KPK Johan Budi SP, dia mengatakan, Syafruddin diperiksa sebagai saksi kasus aliran dana BI.

Sebelumnya Syafruddin pernah tersangkut kasus kasus lelang pabrik gula Rajawali III Gorontalo. Dia bahkan sempat ditahan di rutan Kejari Jakarta Selatan terkait kasus ini. Syafruddin ditangguhkan penahanannya dengan uang jaminan Rp 250 juta, setelah sejak tanggal 22 Februari 2006 ditahan di Rutan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Sebelumnya, Syafruddin dijadikan tersangka dalam kasus lelang pabrik gula Rajawali III Gorontalo pada tanggal 3 Februari 2006. Kejati DKI juga telah menetapkan mantan Komisaris PT Rajawali, Njono Soetjipto, sebagai tersangka dalam kasus yang merugikan negara Rp 505 miliar ini.

Mantan Kepala BPPN era Presiden Megawati Soekarnoputri itu dijadikan tersangka karena pihaknya dinilai melakukan penjualan pabrik gula dibawah kewajaran. Pabrik gula Rajawali III di Gorontalo senilai Rp 600 miliar itu, hanya dijual Rp 95 miliar pada tahun 2003.[L5]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER