Minggu, 21 Desember 2014 | 13:51 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Mutasi Perwira di Mabes Polri (I)
Polri Copot Gories Mere
Headline
Gories Mere - iPhA/Abdul Rauf
Oleh: Mega Simarmata
nasional - Jumat, 2 Mei 2008 | 22:59 WIB
INILAH.COM, Jakarta Mutasi dalam institusi negara adalah hal biasa. Tak terkecuali di Markas Besar Kepolisian Indonesia. Maka kabar adanya Telegram Rahasia (TR) Kapolri tertanggal 1 Mei 2008 tentang mutasi 33 perwira di jajaran Polri bukan hal yang terlalu mengejutkan.

Yang mengejutkan adalah munculnya nama Irjen Gories Mere di antara deretan perwira yang bakal dimutasi itu. Artinya Gories tersingkir dari divisi paling bergengsi di jajaran Kepolisian, yaitu Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri.

Selama tiga tahun menjabat Wakil Kepala Bareskrim, Gories punya kewenangan yang sungguh besar, sehingga mampu menembus semua lini menggunakan otoritasnya, termasuk mengerahkan Pasukan Anti Teror. Sehingga dengan pencopotan ini, Gories seakan kehilangan semua kewenangan yang sangat besar itu.

Bagi banyak kalangan, Gories dinilai sering tampil kontroversial. Maka terdepaknya Gories dari jabatannya sebagai Wakil Kepala Bareskrim demikian menarik disimak. Apalagi, lulusan Akpol 1976 ini sudah hampir sebulan terakhir ini ditugasi menjadi Wakil Sementara (WS) Kalakhar Badan Narkotika Nasional (BNN).

Banyak yang mengira jabatan Gories adalah Kalakhar BNN dengan pangkat Komisaris Jenderal. Sebab keberadaannya di BNN itu menggantikan Komjen Made Mangku Pastika, yang sejak 1 April 2008 cuti untuk mengikuti Pemilihan Gubernur Bali. Tentu saja itu perkiraan yang keliru. Penugasan Gories di BNN hanya temporer alias sementara.

Berakhir sudah seluruh kewenangan dan peran Gories dalam urusan penanganan terorisme. Selama hampir tiga tahun ia menjabat sebagai Wakil Kepala Bareskrim, hampir sebagian besar waktunya dihabiskan untuk memimpin seluruh rangkaian penanganan terorisme. Terutama mengejar dan menangkapi teroris-teroris Jamaah Al Islamyah.

Akankah ia terus menapaki kariernya sebagai Kalakhar BNN definitif? Banyak analis memperkirakan, dengan mutasi yang menerpa Gories, promosinya sebagai jenderal bintang tiga untuk menjadi Kalakhar BNN definitif pun akan mengghadapi jalan terjal dan berliku.

Dia tetap harus mendapat restu Kapolri untuk diajukan secara tertulis dan resmi kepada Istana Kepresidenan. Penunjukan pejabat eselon I adalah kewenangan kepala negara, dalam hal ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Untuk mendapatkan restu presiden, proses yang harus dilalui pun tak gampang. Nama calon akan dibahas dalam Rapat Tim Penilai Akhir (TPA) yang diketuai Wakil Presiden M Jusuf Kalla.

Tahapannya pun tak berhenti di situ. Nama yang lolos dari TPA pun masih harus mendapatkan rekomendasi dari Badan Intelijen Negara (BIN) yang menyebutkan 'tidak ada masalah apa pun menyangkut pejabat tersebut'. Barulah proses pembuatan Keputusan Presiden mengenai pengangkatan seseorang untuk menduduki jabatan di tingkatan eselon I akan segera dilakukan.

Bagaimanapun, banyak pelajaran berharga yang bisa diambil dari semua perjalanan tugas Gories. Selama ini, ketertutupan Gories dan seluruh tim yang dipimpinnya dalam menangani terorisme, sangat disesalkan oleh pihak Badan Intelijen Negara (BIN). Maka tergusurnya Gories, ke depan tim itu harus menjalin kerjasama dengan pihak eksternal di luar Polri, termasuk TNI dan BIN.

Dalam beberapa kesempatan, kepada INILAH.COM, Kepala BIN Sjamsir Siregar mengkritik ketertutupan Gories dalam menangangi tugas-tugas di lapangan berkaitan masalah terorisme. Kesan yang ditimbulkan adalah tajamnya rivalitas antarinstitusi.

Di sinilah semua pihak yang terkait dalam masalah keamanan di Indonesia ini harus sangat berbesar hati untuk membuka diri dan menjalin kerjasama yang harmonis dan bersinergi. Jalan terjal yang berliku sudah menanti di hadapan Gories untuk bisa menambah bintangnya dan menempati posisi Kalakhar BNN yang definitif.

BIN pasti akan bersikap rasional dan profesional. Mustahil lembaga sebesar ini akan mencampur-adukkan kepentingan pribadi untuk masalah bangsa. Sjamsir dan jajarannya tentu tidak akan menghambat keluarnya surat rekomendasi untuk Gories, bila benar kelak ia diajukan untuk menempati posisi di level eselon I.

Tetapi upaya untuk memastikan apakah calon pejabat eselon I itu pantas atau tidak mendapatkan surat rekomendasi itu tetap bertumpu pada ada-tidaknya permasalahan, kasus atau pelanggaran hukum yang pernah dilakukan. Ini jelas mencakup disiplin, etika, dan moralitas yang melekat pada calon pejabat eselon I. Lobi secanggih apa pun sulit dilakukan untuk memanipulasi rekomendasi dari jajaran BIN. [Bersambung/P1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
2 Komentar
kelana nusantara
Jumat, 18 September 2009 | 11:32 WIB
makanya klo mao jd public figure,jd yg benerlah jangan sok suci!...masa cuma cari seorang sj(DPO),semua penghuni madrasah diberondong isinya( poso)?...ck ck ckck ?...pinter buanget si bedul mere he he he..... makanya sdh sewajarnya dia DICOPOT dr jabatanya,because he is BAD for business!...
ali imron
Rabu, 22 Juli 2009 | 04:40 WIB
ingat di indonesia berlaku asas praduga tek bersalah, dan saya rasa website ini hanya berisikan kritikan2 yg tidak jelas.. kita harus bisa melihat positive point yg telah beliau berikan ke negara tercinta indonesia.. sekarang yg saya mau tanyakan bagi pembuat situs ini, apakah anda sudah pernah berjasa terhadap negara???? kalau sudah pernah berjasa,barulah anda boleh memberikan komentar2... negara kita tidak akan pernah maju,kalau orang2nya seperti anda, tidak pernah punya malu, yg pandainya hanya mengeritik perbuatan orang,tanpa melihat sendiri jasa apa yg telah dia perbuat
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER