Senin, 24 November 2014 | 09:30 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Ketua DPR: Revisi Pasal Pencemaran Nama Baik
Headline
Marzuki Alie - inilah.com /Wirasatria
Oleh:
nasional - Minggu, 27 Desember 2009 | 15:24 WIB
Berita Terkait
INILAH.COM, Jakarta - Ketua DPR Marzuki Alie mengusulkan agar pasal-pasal tentang pencemaran nama baik dalam KUHP direvisi untuk memberikan sanksi lebih keras bagi yang melanggarnya.

Usulan Marzuki Alie itu disampaikan menyusul terbitnya buku 'Membongkar Gurita Cikeas' karangan George Junus Aditjondro yang isinya dianggap menuding Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tanpa dasar.

"Orang yang menuding tanpa dasar perlu diberikan sanksi yang berat, karenanya perlu dikoreksi pasal-pasal pencemaran nama baik. Kalau tidak, orang dengan seenaknya menuding," tuturnya saat dihubungi di Jakarta, Minggu (27/12).

Mantan Sekjen Partai Demokrat ini mengatakan, meski belum ada kebijakan untuk menarik buku tersebut dari pasaran, materi di dalam buku itu adalah tudingan tak beralasan dan tidak mempunyai bukti yang disampaikan kepada Presiden SBY. "Buku itu hanya tudingan dan fitnah kepada SBY," ujar Marzuki.

Buku tersebut, menurut dia, merupakan penghinaan kepada SBY selaku kepala pemerintahan dan kepala negara. "Itu namanya tak menghargai pemimpin. Pemimpin, orang tua dan guru harus dihargai," imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono prihatin atas terbitnya buku karya George Aditjondro, namun tidak ada perintah dari Kepala Negara untuk menarik buku itu dari peredaran. Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengatakan, Presiden Yudhoyono masih mendalami isi buku tersebut.

"Buku tersebut kan menyebutkan beberapa hal. Terkait empat yayasan yang ada di bawah Presiden Yudhoyono, yaitu Yayasan Puri Cikeas, Yayasan Kepedulian dan Kesetiakawanaan, Yayasan Majelis Dzikir SBY Nurussalam dan Yayasan Mutumanikam Nusantara. Di sana disebutkan dengan fakta-fakta yang sepertinya tidak akurat, tidak mengandung kebenaran yang hakiki. Ini yang diprihatinkan Presiden," katanya.

Buku 'Membongkar Gurita Cikeas' sebelumnya telah diluncurkan di Yogyakarta pada 23 Desember yang lalu. Sedangkan peluncuran di Jakarta, akan dilaksanakan pada 30 Desember di Doekoen Cafe. [*/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
2 Komentar
tegakkan hukum
Minggu, 27 Desember 2009 | 15:58 WIB
bagaimana, kl kita gunakan hukuman mati utk pencemaran nama baik, trus hukuman mati utk kkn juga? biar adil gitu lho
Watz
Minggu, 27 Desember 2009 | 15:35 WIB
Katanya INDONESIA negara DEMOKRASI, benar atau tidak ya? kok masih ada UU Pencemaran Nama baik dan malah mau di perkeras lagi hukumannya? bukankah DEMOKRASI maknanya kebebasan? di Negara Demokrasi mestinya tidak ada lagi penghukuman pencemaran Nama baik. Ketua DPR cuma membawa kepentingan Politiknya sendiri
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER