Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 16 Agustus 2018 | 21:51 WIB

Direktur Biru Holliday Travel Dipolisikan

Oleh : Willie Nafie | Sabtu, 13 Januari 2018 | 18:09 WIB
Direktur Biru Holliday Travel Dipolisikan
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Diduga tertipu bisnis investasi berkedok penjualan tiket pesawat, puluhan orang melaporkan dua orang bernama Ayu Sapta Rita dan Deky Prasetyo ke Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat.

Adapun keduanya diketahui menjabat sebagai Direktur perusahaan Biru Holliday Travel. Laporan ini, tertuang dalam nomor : LP/55/1/2018/Bareskrim. Dengan, tuduhan tindak pidana penipuan dan penggelapan sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP.

Putri Rizki Amelia, salah satu korban ikut melapor bercerita, awalnya ia berkenalan dengan Ayu kemudian diajak berbisnis dalam bentuk modal usaha, dengan skema berbagi keuntungan yang sama dari hasil penjualan tiket kepada customer.

"Misalnya tuan A beli tiket pesawat seharga Rp 1,2 juta kepada Ayu. Lalu Ayu tawarkan saya cover dana modal sebesar Rp 1 juta. Setelah tuan A bayar, keuntungan Rp200.000 dibagi dua, jadi total uang yang dikembalikan Ayu kepada saya sebesar Rp 1,1 juta," kata Putri, Sabtu (13/1/2018).

Setelah berjalan selama satu tahun, tepatnya pada 29 Desember 2017, tiba tiba Ayu melalui percakapan WhatsApp memberitahunya bahwa sedang menjadi korban penipuan tiket umroh untuk keberangkatan 26 Desember 2017 dan 28 Desember 2017 sebanyak 54 tiket dan 25 tiket untuk keberangkatan 11 Januari tahun 2018.

"Sementara tiket customer saya masih banyak yang pending. Adapun beberapa kejadian itu membuat saya takut karena saya sering mendampingi langsung customer," tuturnya.

Atas kejadian tersebut membuat Putri mengalami kerugian hingga ratusan juta. Bahkan selain Putri ada beberapa orang lainnya yang turut mengalami kerugian hingga miliaran rupiah.

"Jadi total kerugian saya sekitar Rp 118 juta uang pribadi dan uang tiket lebih dari 500 juta, sementara korban korban lain semuanya kurang lebih mengalami kerugian sekitar 20 milyar, jumlah masih berkembang, saat ini tersangka melarikan diri," tuturnya. [hpy]

Komentar

x