Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 17 November 2018 | 12:46 WIB

ICW Desak Jokowi Realisasi TGPF Kasus Novel

Oleh : Agus Irawan | Sabtu, 13 Januari 2018 | 01:00 WIB

Berita Terkait

ICW Desak Jokowi Realisasi TGPF Kasus Novel
Peneliti di Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan ICW, Lalola Easte - (Foto: Istimewa)

NILAHCOM, Jakarta - Peneliti di Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan ICW, Lalola Easte menyayangkan lambannya penyelesaian kasus penyiraman Novel Baswedan oleh kepolisian.

Padahal sudah sembilan bulan kasus penyerangan Novel Baswedan berjalan, namun tidak ada titik terang dalam pengusutan penyerangan oleh Polri.

Laola mengungkap kasus tersebut hanya membuahkan sketsa wajah yang diduga sebagai penyerang Novel pada November 2017 lalu.

"Kalau kita lihat minimnya perkembangan dalam penanganan perkara Novel dan ini menunjukkan minimnya komitmen Polri , khususnya Polda Metro Jaya untuk mengungkap pelakunya dan dalang dibalik itu semua," kata Laola di kantor ICW, Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (12/1/2018).

Menurt dia, saat ini Polri berdalih bahwa bukti berupa rekaman CCTV dan keterangan saksi belum mencukupi untuk penelusuran lebih jauh.

Dia membandingkan kasus Novel dengan perkara lainnya yang pernah ditangani Polri. "Seperti kasus perampokan dan penyekapan yang mengakibatkan kematian, yang terjadi di Pulomas, dan kasus penyerangan pakar telematika ITB Hermanyah yang berhasil ditangkap polisi," ujarnya.

Ia menambahkan, Polri juga telah teruji dalam dalam menangani perkara yang kompleks. "Contohnya dalam pemberantasan terorisme, bahkan dalam kasus Polri berhasil membekuk pelaku teroris sebelum melakukan serangan teror, maka ini bukti Polri dapat mengungkap kasus- kasus besar, kecuali kasus Novel," sindirnya.

Lambatnya pengusutan kasus Novel ini membuktikan tidak ada niat baik Polri dalam menuntaskan kasus Novel. "Maka Presiden Jokowi agar melakukan evaluasi terhadap kinerja Polri dan juga membentuk tim investigasi independen untuk membantu membongkar kasus Novel seperti dibentuk Tim Pencari Fakta (TPGF) ," tegasnya.

Selain itu, ICW bersama YLBHI, LBH Jakarta, KontraS yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Anti Korupsi mendesak Presiden Jokowi untuk melakukan evaluasi terhadap Polda Metro Jaya khususnya Diskrimum penyidik yang menangani kasus Novel.

Seperti diketahui hingga kini kasus pengungkapan belum terungkap pelakunya yang melakukan penyiraman air keras terhadap penyidik senior, Novel Baswedan.[jat]

Komentar

Embed Widget
x