Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 16 Oktober 2018 | 16:16 WIB

Perang Jenderal TNI dan Polri Meriahkan Pilkada

Oleh : Ivan Setyadi | Jumat, 12 Januari 2018 | 05:00 WIB

Berita Terkait

Perang Jenderal TNI dan Polri Meriahkan Pilkada
Pengamat Komunikasi Politik Hendri Satrio - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pengamat Komunikasi Politik Hendri Satrio melihat fenomena sejumlah jenderal TNI dan Polri yang ikut serta dalam Pilkada 2018 sudah bisa ditebak.

Sejak sosok Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo jadi perbincangan hangat untuk terjun ke politik, membuat daya saing militer dan Polri cukup menjanjikan dikancah politik.

"Beberapa Jendral/pensiunan TNI dan Polri memang memiliki popularitas yang cukup tinggi di kalangan masyarakat level provinsi atau kabupaten/kota," katanya kepada INILAHCOM, Kamis (11/1/2018).

Apalagi, hukum positif politik salah satunya adalah popularitas."Dalam pilkada, popularitas yang tinggi ibaratnya sudah setengah jalan menuju kemenangan tinggal digenjot elektabilitasnya," ungkapnya.

Partai politik, dengan fakta lapangan seperti diatas, tentu akan menyambut. Mengingat kemenangan, kekuasaan, jadi salah satu hasil seni berpolitik.

"Nah, parpol seneng yang seperti ini, genjotnya gak berat daripada dorong kader yang popularitasnya belum tinggi," tandasnya.

Sejumlah purnawirawan TNI dan Polri ikut meramaikan bursa calon kepala daerah pada Pilkada 2018 kali ini.

Di Jawa Barat, ada TB Hasanuddin (TNI), Anton Charlian (Polri), dan Sudrajat (TNI).

Ada juga Pangkostrad TNI Letjen Edy Rahmayadi di bursa cagub Sumatera Utara. Selain Edy, ada beberapa anggota TNI dan Polri lain yang masih aktif yang akan bersaing di Pilkada tahun depan.

Diantaranya Irjen Murad Ismail yang akan maju di Maluku, Irjen Safaruddin di Kalimantan Timur, dan Brigjen Siswandi di Cirebon. Ada juga Mayor Infantri David Suardi di Bengkulu dan AKBP Ilyas di kota Bau-Bau.[van].

Komentar

Embed Widget
x