Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 25 Mei 2018 | 02:27 WIB
 

La Nyalla Merasa Loyalitas Tak Dibalas Gerindra

Oleh : Fadhly Zikry | Kamis, 11 Januari 2018 | 20:42 WIB
La Nyalla Merasa Loyalitas Tak Dibalas Gerindra
Mantan Ketua PSSI La Nyalla Mahmud Mattaliti - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Mantan Ketua PSSI La Nyalla Mahmud Mattaliti menceritakan loyalitasnya di Partai Gerindra sejak tahun 2009. Bahkan dia mengaku kerap mengorbankan kepentingan pribadi untuk Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Coba bayangkan, saya dipenjara, dikriminalisasi, hilang jabatan PSSI karena siapa. Saya tahun 2014, jadi tim Prabowo-Hatta, saya keluar uang sendiri, duit sendiri, menggerakkan elemen saya di Jawa Timur. Saya pegang PP, KONI, PSSI, ada 16 elemen saya membuat kandidat sekarang ketakutan, tapi yang terjadi?" kata La Nyalla dalam konferensi persnya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (11/1/2018).

La Nyalla mengungkapkan kekecewaannya tidak didukung oleh Gerindra di Pemilihan Gubernur Jawa Timur. Padahal dirinya sudah berjuang untuk Prabowo sejak Pilpres 2009 dan 2014.

"Saya kader Gerindra sejak 2009, karena saya ingin Prabowo Presiden 2014. 2009 berjuang jadi Wapres, tapi nyatanya sampai 2014 yang namanya Prabowo Subianto tidak tercapai cita-citanya," ujarnya.

La Nyalla juga mengeluhkan dirinya diminta berjuang sendiri mencari dukungan partai saat pencalonan Pilgub Jawa Timur lalu.

"Menjadi tanda tanya bagi saya, Alhamdulillah 2018 ini, 2017 semua terjawab. Terjawab apa, bahwa namanya La Nyalla Mattaliti tidak direkomendasi jadi cagub Jatim. Padahal La Nyalla direkom alumni 212, para Kiai, Habaib mendukung saya jadi cagub. Ternyata tidak, saya hanya dikeluarkan surat tugas tanggal 10 (Desember) berakhir tanggal 20, intinya saya harus cari partai, saya harus beri tim kemenangan untuk meyakinkan bisa menang," ungkapnya.

"Sekarang saya disalahkan, saya disalahkan tidak bisa cari partai. Padahal tidak begitu ceritanya. Saya ketemu Prabowo tanggal 9 (Desember) di Hambalang, ada pesan-pesan khusus, saya akhirnya beranggapan, begini ya Gerindra. Penyesalan saya, saya kader Gerindra sejak 2009 yang berjuang untuk 08 (Prabowo) sampai 2014, ternyata saya geer," tandasnya. [ton]

Komentar

 
Embed Widget

x