Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 15 Oktober 2018 | 23:23 WIB

Penyuap Panitera PN Jaksel Divonis 2,5 Tahun

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 11 Januari 2018 | 17:43 WIB

Berita Terkait

Penyuap Panitera PN Jaksel Divonis 2,5 Tahun
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta memvonis pengacara PT Aquamarine Divindo Inspection (PT ADI), Akhmad Zaini dengan pidana penjara selama dua tahun, dan denda sebesar Rp50 juta subsider tiga bulan kurungan.

Zaini dinyatakan terbukti secara sah bersalah dan bersama-sama menyuap panitera pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Tarmizi, sebesar Rp425 juta.

"Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan korupsi bersama-sama dan berlanjut," kata Hakim Ni Made Sudani saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (11/1/2018).

Sebelum membacakan vonis, hakim mempertimbangkan yang memberatkan dan meringankan bagi Zaini. Hal yang memberatkan adalah perbuatan Zaini tidak mendukung program pemerintah yang sedang gencar memberantas korupsi.

Kemudian, sebagai seorang lawyer yang merupakan bagian komponen penegak hukum dan paham akan risiko telah mencoreng lembaga peradilan.

Sementara yang meringankan bagi Zaini adalah bertindak sopan selama persidangan, belum pernah dihukum, tidak berpenghasilan, dan masih menjadi tulang punggung keluarga.

Sebelumnya, Zaini dituntut tiga tahun penjara dengan denda sebesar Rp50 juta subsider enam bulan kurungan oleh Jaksa penuntut pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Akhmad terbukti memberikan suap kepada Tarmizi untuk mempengaruhi atau menolak perkara gugatan perdata yang diajukan PT Eastern Jason Fabrication Service (PT EJFS) Pte Ltd terhadap PT Aqumarine Divindo Inspection.

Sebagaimana dalam gugatan perkara yang sedang berproses di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) tersebut, PT EJPF mengalami kerugian dan menuntut PT ADI agar membayar ganti rugi USD 7,6 juta dan 131.000 Dollar Singapura.

Namun demikian, diduga terdapat pemufakatan jahat antara panitera pengganti Tarmizi dengan pihak PT ADI agar Hakim PN Jaksel menolak gugatan wanprestasi yang diajukan oleh PT EJFS tersebut saat sedang berproses di meja hijau.

Adapun uang dugaan suap sebesar Rp425 juta yang akan diberikan Akhmad Zaini untuk mempengaruhi gugatan perkara tersebut bersumber dari Direktur Utama (Dirut) PT ADI, Yunus Nafik.

Atas perbuatannya, Akhmad didakwa melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.[jat]

Komentar

Embed Widget
x