Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 18 Februari 2018 | 02:56 WIB
 

Abraham Bela KPK Soal Penetapan Fredrich Yunadi

Oleh : Agus Irawan | Kamis, 11 Januari 2018 | 15:30 WIB
Abraham Bela KPK Soal Penetapan Fredrich Yunadi
Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad membela KPK atas tudingan beberapa pihak soal penetapan tersangka mantan kuasa hukum Novanto, Fredrich Yunadi.

Abraham yakin penetapan tersangka Fredrich oleh KPK telah berdasarkan hukum dan alat bukti yang kuat. Sehingga penetapan tersangka tersebut tidak dapat disebut dengan langkah balas dendam.

"Kalau ada pihak yang menilai penetapan tersangka Fredrich sebagai aksi balas dendam KPK, itu keliru, karena saya tahu KPK untuk tetapkan seorang menjadi tersangka itu adalah tidak mudah dan mempunyai dasar hukum yang kuat," kata Abraham saat dikonfirmasi, Kamis (11/1/2018).

Dia menilai Fredrich diduga telah terbukti melakukan tindakan menghalang-halangi penyidikan KPK sesuai dengan Pasal 21 UU Tipikor tentang menghalang halangi penyidikan penuntutan atau persidangan perkara korupsi atau obstruction of justice. Selainitu, Fredrich Yunadi juga diduga turut membantu tersangka lain untuk tidak ditahan.

"Kalau sudah melakukan mengalang-halangi penyidikan KPK, maka sanksinya bisa dikenakan hukuman sesuai Pasal 21 UU Tipikor tentang menghalang halangi penyidikan penuntutan atau persidangan perkara korupsi atau obstruction of justice," ungkapnya.

Abraham mengakui jika Fredrich Yunadi sebagai advokat memiliki hak imunitas tersendiri, namun hak itu bukan diartikan bisa melakukan seenaknya.

"Tidak ada orang yang bisa melakukan manuver terhadap KPK dan intervensi, apalagi dengan alasan hak imunitas advokat ," ucapnya.

Menurut dia, seharunya KPK diberikan dukungan dalam mengusut kasus korupsi e-KTP, bukan justru menyudutkan KPK dalam menindaklanjuti kasus korupsi e-KTP.

"Saya berharap agar KPK tidak kendor mengusut kasus korupsi e-KTP, " ujarnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi III DPR, dari fraksi PDIP, Henry Yosodiningrat mengatakan langkah KPK menetapkan mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi sebagai tersangka adalah langkah yang penuh kebencian.

"KPK semakin membabi buta yang mendasari penegakkan hukum dalam kasus advokat Fredrich karena cenderung di dasari teror terhadap advokat," kata Henry.[jat]

Komentar

 
Embed Widget

x