Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 21 Januari 2018 | 01:53 WIB
 

Panitera PN Jaksel Didakwa Terima Duit Rp425 Juta

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 11 Januari 2018 | 14:54 WIB
Panitera PN Jaksel Didakwa Terima Duit Rp425 Juta
Panitera pengganti pada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Tarmizi

INILAHCOM, Jakarta - Tim Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa Panitera pengganti pada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Tarmizi, menerima suap sebesar Rp425 juta.

Jaksa memaparkan, Tarmizi terima uang itu dari pengacara Akhmad Zaini yang mewakili PT Aqua Marine Divindo. Uang tersebut diberikan agar Tarmizi dapat menjadi penghubung dan memberikan akses kepada pihak yang berperkara dengan majelis hakim yang menyidangkan perkara perdata.

"Padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya," kata jaksa Dody Sukmono di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (11/1/2018).

Kemudian, uang suap diberikan agar majelis hakim menolak gugatan yang diajukan Easter Jason Fabrication Services Pte Ltd. Dan mengabulkan gugatan rekonpensi, serta mengabulkan sita jaminan PT Aqua Marine Divindo Inspection.

Dalam perkara ini, Eastern Jason mengalami kerugian dan menuntut PT Aquamarine membayar ganti rugi 7,6 juta dollar AS dan 131.000 dollar Singapura. Uang suap itu berasal dari Direktur Utama PT Aqua Marine Divindo Inspection Yunus Nafik.

Jaksa melanjutkan, Tarmizi juga menerima fasilitas hotel, villa, transportasi hingga dibelikan oleh-oleh saat berkunjung ke Surabaya dan Malang, Jawa Timur.

Tarmizi ke Surabaya pada tanggal 16 Juli 2017, dan menghuningi Akhmad Zaini. Dia memberitahukan kepada Zaini sedang berada di Surabaya.

Zaini kemudian memesankan kamar untuk menginap di Hotel Garden Palace Surabaya. Kemudian, memesan fasilitas hotel dan villa di daerah Batu, Malang.

Selain itu, Akhmad membelikan oleh-oleh untuk Tarmizi dan keluarganya. Kemudian, memberikan fasilitas mobil selama 3-4 hari. Biaya mobil tersebut sebesar Rp5 juta dibayar menggunakan uang dari PT Aquamarine Divindo Inspection.

Dalam kasus ini, Akhmad Zaini dan Yunus Nafik telah berstatus terdakwa. Keduanya sedang menjalani proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Tarmizi didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.[jat]

Komentar

 
Embed Widget

x