Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 25 April 2018 | 05:53 WIB
 

UKP-PIP Diubah Jadi Badan Pembinaan Pancasila

Oleh : Ray Muhammad | Rabu, 10 Januari 2018 | 21:09 WIB
UKP-PIP Diubah Jadi Badan Pembinaan Pancasila
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Sejumlah menteri Kabinet Kerja menyambangi area Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (10/1/2018) malam. Ada apa?

Adapun para menteri diketahui mendatangi Kementerian Sekretariat Negara untuk bertemu Mensesneg Pratikno. Para menteri yang hadir antara lain Mendagri Tjahjo Kumolo, Menkumham Yasonna Laoly, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menpan RB Asman Abnur dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengungkapkan pertemuan internal ini dalam rangka rapat finalisasi untuk perubahan Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) menjadi badan.

"Semula dari UKP-PIP karena melihat kebutuhan yang ada ini dibuat permanen dan jangka panjang, sehingga tidak bergantung pada periodisasi presiden yang ada. Semula dari UKP-PIP sekarang berubah menjadi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila," jelas Pramono di area Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (10/1/2017).

Ia menegaskan, secara prinsip Presiden Jokowi telah memberikan persetujuan atas ini. Dengan demikian, dikumpulkan Menteri Sekretaris Negara, Mendagri, Menkumham, Sekretaris Kabinet, MenPANRB dan Menteri Keuangan untuk segera menyelesaikan konsepnya.

"Hal ini secepatnya, Insya Allah akan kami selesaikan selambat-lambatnya satu minggu. Siapa yang ada di dalam Badan Pembinaan Ideologi Pancasila? Ada Dewan Pengarah yang diketuai oleh Ibu Megawati, ada Pak Try Sutrisno dan sebagainya," paparnya.

Seskab menjelaskan, setelah dirubah menjadi lembaga, maka unit kerja Presiden ini akan memiliki struktur kepengurusan terdiri dari kepala, wakil kepala, tiga deputi dan sekretaris utama (utama).

"Kenapa harus ada sestama? Supaya dia mandiri dalam penggunaan anggaran yang ada. Kenapa ini menjadi begitu penting? Karena kita lihat ideologi Pancasila menjadi hal yang sangat urgent untuk kepentingan bangsa dalam jangka panjang, sehingga dengan demikian tidak semata-mata karena Presiden," jelasnya.

Ia memastikan, siapapun kepala negara setelah Jokowi badan yang membidangi Pancasila ini akan tetap eksis. Adapun pembahasannya, lanjutnya, sudah dibicarakan selama hampir satu bulan.

"Presiden pada bulan November sudah menyetujui. UKP-PIP yang dulu di bawah Presiden tetapi koordinasinya di Sekretariat Kabinet. Sekarang ini setelah menjadi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, sepenuhnya bertanggung jawab kepada Presiden tidak melalui Menko atau setingkat menteri siapapun," ungkapnya.

Dengan demikian, ia memastikan posisin Badan Pembinaan Ideologi Pancasila akan setingkat kementerian yang memiliki kewenangan untuk mengkoordinasikan dengan kementerian dan lembaga lainnya.

"Kalau kemarin itukan kedudukannyakan tidak setingkat menteri, apalagi sudah di bawah presiden sehingga operasionalnya akan semakin baik. Pengurusnya tidak ada perubahan. Anggaran tidak terlalu berubah banyak tetapi ideologi ini sangat diperlukan untuk jangka panjang," tandasnya.

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x