Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 21 April 2018 | 20:10 WIB
 

Muhammadiyah Dorong Rektor jadi Cawagub Gus Ipul

Oleh : - | Selasa, 9 Januari 2018 | 20:32 WIB
Muhammadiyah Dorong Rektor jadi Cawagub Gus Ipul
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Surabaya - Pasca mundurnya Azwar Anas pada pencalonan pilgub 2018 untuk menjadi wakil Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dapat dipastikan Peta politik Jatim bakal mengalami pergeseran.

Terlebih, dalam menghangatnya kontestasi pemilihan gubernur dan wakil gubenur itu, ada banyak nama dari berbagai kalangan, termasuk dari lingkaran Muhamadiyah. Seperti halnya Rektor Universitas Muhamadiyah Surabaya Dr Sukadiono.

Sekretaris PW Pemuda Muhammadiyah Jatim Diki Shaqqomullah menuturkan, untuk mendorong kader Muhammadiyah maju dalam kontestasi Pilgub tidak harus dari kalangan politisi.

Namun, dari kalangan akademisi seperti Dr Sukadiono itu juga cukup punya nama di Jatim dan perli di perhitungkan dalam Pilgub Jatim. "Kenapa Sukadiono, Kiprahnya di lingkungan Muhammadiyah juga cukup luas. Ia juga telah melewati banyak fase di Muhammadiyah. Kini dia menjabat sebagai Bendahara PWM Jatim," tutur Diki, Selasa (9/1/2017).

Menurutnya, wawasan soal politik yang dimiliki Sukadiono juga cukup dikuasai. Sebab, dia sebelumnya juga pernah aktif di kepengurusan partai. "Bahkan saat Pilwali Surabaya dia sempat mendapat tawaran untuk maju. Tapi pihaknya menolak," kata Diki.

Saat ini, lanjut Diki, peluang menggandeng kader Muhammadiyah menjadi pilihan tepat. Sebab, dua calon Gubernur Jatim nota benenya berasal dari satu lumbung suara yang sama, yakni Nahdlatul Ulama (NU). Smentara Muhammadiyah akan solid dengan satu suara mendukung kader terbaiknya. "Dua ormas ini akan sangat ideal jika bisa saling berpasangan," tandasnya.

Selain Sukadiono, tambahnya terdapat pula kader-kader Muhammadiyah non politisi yang bisa menjadi alternatif kedua. Di antaranya Nadjib Hamid, Tamhid Masyhudi atau Sulton Amin. Masing-masing memiliki keunggulan masing-masing.

"Dengan latar belakang keilmuannya sebagai dokter dan rektor. Sukadiono memiliki kapasitas yang cukup dalam bidang kesehatan dan pendidikan. Keduanya merupakan layanan dasar yang sedang dikejar Jatim untuk dipenuhi," pungkas Diki.

Ia mengatakan, kader Muhammadiyah yang lebih dulu telah muncul seperti Suyoto dan Masfuk. Keduanya adalah kader sekaligus tokoh politik Partai Amanat Nasional (PAN). Dan nama kader Muhammadiyah seperti Sukadiono dari kalangan non politisi diharapkan bisa tampil seperti kedua orang itu.[beritajatim]

Komentar

 
Embed Widget

x