Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 16 Agustus 2018 | 00:29 WIB

Pilkada Serentak 2018

KontraS Minta Jangan Ada Instrumen TNI-Polri

Oleh : Fadhly Zikri | Selasa, 9 Januari 2018 | 16:36 WIB
KontraS Minta Jangan Ada Instrumen TNI-Polri
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - KontraS meminta agar para anggota TNI-Polri yang ikut dalam kontestasi Pilkada Serentak 2018 untuk segera mengundurkan diri sebelum terjun kedunia politik.

Dalam Pilkada tahun 2018 ini, KonstraS juga meminta agar tidak ada penggunaan instrumen TNI-Polri bagi para calon kepala daerah yang berasal dari dua institusi tersebut.

"Kami minta Kapolri, Panglima TNI memastikan calon kepala daerah dari TNI-Polri tidak menggunakan kekuatan sumber daya jaring teroteri dalam kontestasi Pilkada," kata aktivis KontraS Yati Andriani dalam diskusi dikantornya, Jalan Kramat II, Kwitang, Jakarta Pusat, Selasa (9/1/2017).

Pasalnya lanjut dia, penggunaan instrumen TNI-Polri bisa saja terjadi, mengingat para anggota TNI-Polri yang maju dalam Pilkada merupakan bekas pejabat di institusi masing-masing.

"Dan penggunaan itu sangat dimungkinkan dilakukan diam-diam, karena jiwa korsa keras sekali, sehingga sangat memungkinkan pengaruh individu dalam mendulang suara," ujarnya.

Adapun benerapa anggota TNI yang ikut dalam Pilkada 2018 seperti Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Antoh Charliyan sebagai Bacawagub Jawa Barat dari PDIP. Kemudian Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi sebagai Cagub Sumatera Utara dari Gerindra-PKS, Irjen Pol Safaruddin sebagai Cagub Kalimantan Timur dari PDIP, dan Irjen Pol Murad Ismail yang maju dalam Pilkada Maluku.[jat]

Komentar

x